Take a fresh look at your lifestyle.

Demo Dana Desa, Warga Tutup Jalan Kampung

161

BATANG- Puluhan warga Dusun Johosari RT 01-02, Desa/Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang kemarin menutup akses jalan menuju ke kampung. Selain itu juga sempat menyegel Balai Desa, namun digagalkan Polisi.

Aksi itu akumulasi kekecewaan warga setempat terhadap Kaur Keuangan Rusnadi selaku Bendahara Desa diduga menyelewengkan Dana Desa (DD) untuk pengaspalan jalan sepanjang 147 meter lebar 4 meter. Karena, sejak DD Kandeman Tahap I cair 25 Mei, pengaspalan jalan di Dusun Johosari RT 01-02 tidak dilaksanakan.

”Kedatangan warga ke Balai Desa untuk mencari Rusnadi selaku Bendahara Desa mengklarifikasi terkait pengaspalan jalan di Dusun Johosari RT 01-RW 02. Mengapa belum dilaksanakan, padahal DD Tahap I sudah cair dan dusun lain sudah diaspal,”ujar Muflikhun, selaku koordinator warga.

Karena Rusnadi tidak ada di kantor, maka warga didampingi Kades Kandeman Sayun menuju ke rumahnya. Namun, ternyata Bendahara DD itu rumahnya kosong. Bahkan, pencarian yag dilakukan secara beramai-ramai warga itu juga menanyakan ke rumah orang tuanya maupun saudaranya. Namun, tidak ditemukan sehingga warga kembali ke Balai Desa.

Warga kemudian memasang spanduk penyegelan Balai Desa sampai Rusnadi ditemukan. Camat Kandeman Dwi Riyanto kemudian mengajak dia dengan perwakilan warga meminta warga tidak melakukan penyegelan Balai Desa.”Kami minta warga tidak melakukan penyegelan Balai Desa. Karena itu kantor pelayanan untuk masyarakat, serta menyalahi aturan”tandasnya.

Bersamaan dengan itu datang Kabagops Polres Batang Kompol Puji Irianto didampingi Kasat Sabhara Farid Al Farizi. Aparat penegak hukum, itupun juga meminta agar spanduk diturunkan.
”Polisi atas nama hukum datang meminta agar spanduk diturunkan dan penutupan jalan dibuka, balai desa milik rakyat dan berfungsi untuk melayani rakyat. Sedangkan jalan untuk kepentingan masyarakat umum,”tandasnya.

Namun, warga sempat menolak. Namun, polisi dengan persuasif memberikan pembelajaran kepada warga, tindakan penyegelan dan penutupan jalan itu menyalahi aturan. ”Spanduk diturunkan dan blokade jalan dibuka, polisi saat ini sedang mencari keberadaannya. Kalau sudah ketemu nanti akan diklarifikasi. Saya tahu persis karakter warga Kandeman itu kooperatif karena pernah menjadi Kapolsek Tulis-Kandeman, untuk itu jangan mau diprovokasi, ”

Mendapat penjelasan dari Kabagops, warga akhirnya menurunkan spanduk. Selain itu dibantu anggota Sat Sabhara memberisihkan blokade jalan yang terdiri dari batu besar, kayu, dan pohon.
Camat Dwi Riyanto menuturkan, pihaknya sudah berulangkali melakukan pembinaan dan pengawasan terkait penggunaan DD. Termasuk, Rusnadi juga sudah dipanggil terkait keluhahan warga yang jaln menuju ke kampungnya belum diaspal.

”Kami akan melaporkan ke atasan di Pemkab. Selain itu juga melaporkan ke Inspektorat untuk pemeriksaan,”tandas Purna Praja STPDN Kemendagri, Jatinango, Subang itu.

Kades Sayun menambahkan, Rusnadi sudah beberapa hari tidak masuk kerja. ” Saya sudah mengingatkan berulngkali agar jalan di Dusun Johosari RT 01-02 segera diaspal. Diapun sudah snaggup dan membuat Surat Pernyataan untuk pengaspalan mulai Kamis (1/8) ternyata sampai Jumat (2/8) belum ada kegiatan, malah dia tidak masuk kantor.”

(Arif/ Red2)

BERITA LAINNYA