Take a fresh look at your lifestyle.

Delapan Pesenam Ikuti Kejurprov di Cilacap

159

 

PEKALONGAN – Sebanyak delapan pesenam Kota Pekalongan mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Tengah tingkat junior di Cilacap. Dari delapan atet tersebut, kontingen Kota Batik akan bertanding di empat nomor atau kelompok. Di antaranya Zaheera Nabila Najwa Aliya, dan Agnia Dhia Fidaus yang bertanding di Ritmik Kelompok 1.
Kemudian Chandrika Bandara di Ritmik Kelompok 3, lalu Rimza Sabriya dan Vayesha Helgya Zauhir akan berlaga di nomor Ritmik Kelompok 3. Berikutnya Muh Kamal Alfariq dan Muh Kamal Alfaruq ikut di nomor Artistik Kelompok 2. Rombongan pesenam yang dipimpin pelatihnya, Satria Andy Nugraha dilepas oleh Ketua Persani Kota Pekalongan, Nusron Hasa di gedung DPRD.
Kebetulan Nusron Hasa merupakan salah satu pimpinan di dewan Kota Batik sehingga sebelum berangkat ke Cilacap berkumpul di tempat kerjanya. Sebelum melepas pesenam yang sebagian besar merupakan siswa SD Negri Keputran 06, dia lebih dahulu memberikan pengarahan dan semangat kepada para atlet maupun offsial yang juga didampingi orang tua atlet.
”Meski atlet kita masih muda, namun jangan patah semangat dan terus berusaha supaya mencapai hasil maksimal,” tegasnya.
Menurut Nusron. cabang olahraga senam di Kota Pekalongan berdiri sekitar tiga tahun lamanya, Namun demikian, untuk pencarian bibit atletnya cukup mengalami kesulitan. Pertama, minat para siswa SD untuk mengikuti cabang olahraga ini sngat minim, berbeda dengan olahraga lainnya.
Kemudian sarana maupun peralatan yang dimiliki sejumlah gedung Sekolah Dasar di Kota Batik juga kurang memadai. Contohnya aula yang dipakai untuk tempat latihan tidak sesuai harapan atau kurang luas, Kemudian peralatan yang fital seperti matras, dan lainnya juga masih minim.
”Untuk itu, ke depan kami pengurus Persani Kota Pekalongan akan menginventarisir sarana dan prasana senam sehingga setelah mengetahui kekuarangannya bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Adapun faktor lain yang menyebabkan bibit pesenam cukup minim yakni setelah lulus SD, pengontrolan ke atlet kurang maksimal. Contohnya, setelah menginjak di bangku SMP, apakah atlet ini masih suka atau hobi dengan olahraga senam atau tidak. Biasanya ketika sudah di SMP, kegiatan atau aktifitasnya lebih banyak sehingga perlu kontrol dari pengurus untuk mengetahui keberadaan para atlet.
Kendala seperti inilah yang masih menjadi ”PR” bagi pengurus Persani Kota Pekalongan sehingga ke depan supaya lebih bersemangat dalam membina para atlet. Kemudian juga berencana akan berkoordinasi dengan sanggar senam yang ada di daerahnya supaya kwalitasnya lebih bagus lagi. (Moch Achid Nugroho/R8 )

 

BERITA LAINNYA