Take a fresh look at your lifestyle.

Dekranasda Gelar Fashion Show Pesona Kreasi Batik Tegal

158

SLAWI -Bertepatan dengan Hari Batik Nasional 2019, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tegal, menggelar lomba fashion show batik Tegal di halaman Gedung Dadali yang berada di komplek Pemkab Tegal, Rabu (2/10).

Sebanyak 39 pasang peserta wakil dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tegal, turut dalam gelaran tersebut. Mereka tampil mengenakan busana batik Tegal dengan berbagai corak yang dihasilkan sentra-sentra batik Tegal di Kabupaten Tegal. Diantaranya motif parang tahu aci, godong bodin, gedong kosong, gribikan, cempaka putih, merak dan pancuran pitu Guci.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono pada saat membuka kegiatan mengatakan, gelaran fashion show ini sebagai upaya  melestarikan warisan budaya tak benda, memasyarakatkan batik dan  menggairahkan perkembangan industri batik.

“Mudah-mudahan, event kreatif kita pagi ini tidak saja mampu memberikan suguhan yang menarik, segar dan menghibur, tapi lebih esensial daripada itu adalah menumbuhkan semangat dan kecintaan kita, generasi muda kita pada budaya nusantara melalui gerakan membeli Indonesia, membeli batik karya anak negeri,”tutur Joko.

Joko menyebutkan, saat ini terdapat 1.091 motif batik Tegal yang teridentifikasi dan terdaftar di katalog Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal. Ada lebih kurang sembilan sentra UMKM batik di Kabupaten Tegal ini antara lain Langgen, Pasangan, Dukuhsalam, dan Dukuhbenda.

Joko mengungkapkan, motif batik yang diciptakan para desainer batik sesungguhnya sarat makna filosofis, dan inilah yang menjadi kebanggan tersendiri bagi penggunanya. Lebih itu, dengan membeli dan mengenakan batik untuk aktifitas sehari-hari seperti di kampus, di sekolah, di kantor dan acara-acara lainnya berarti kita turut serta serta melestarikan warisan pusaka budaya bangsa Indonesia.

“Batik  bukan sekedar seni lukis di atas media kain, tapi lebih dari itu, batik sebagai wastra nusantara ini sudah menjadi identitas bangsa Indonesia yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia sejak ditetapkan UNESCO tanggal 2 Oktober sepuluh tahun silam,”sebutnya.

Pada kesempatan itu, Joko berpesan, sebagai bangsa yang berbudaya harus senantiasa menanamkan wawasan kebangsaan. Menanamkan rasa bangga menggunakan produk karya seni dalam negeri, mengurangi penggunaan produk impor, termasuk tekstil bermotif batik.

Diharapkan, dengan kegiatan tersebut, batik Tegal akan semakin dikenal oleh masyarakat dan tak kalah pamornya dengan batik nasional yang sudah lebih dulu melegenda, mendunia seperti batik Pekalongan, batik Cirebon dan batik Solo.

Ketua Dekranasda Kabupaten Tegal, Sisc a  Zulistia Ardie, berharap, perajin batik di Kabupaten Tegal bisa terus berkarya dan masyarakat bangga mengenakan batik Tegal.

“Dalam lomba fashion show dinilai bahan batik asli dari Tegal dan desainer dari Kabupaten Tegal, Kemudian keserasian make up dan perpaduan warna,”terang Sisca yang mengenakan selendang batik motif Cempaka Putih buatan perajin Pengabean, Kecamatan Dukuhturi.

Sisca menambahkan, selain mengadakan fashion show , Dekranasda Kabupaten Tegal akan mengikuti Pameran Dekranasda Kabupaten Tegal tingkat nasional di BSD Jakarta pada 16-20 Oktober. Pada pameran itu, akan menampilkan produk-produk buatan Kabupaten Tegal seperti sarung goyor dan batik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga , Suharinto menyambut baik kegiatan tersebut.

“Event ini sangat menunjang pariwisata Kabupaten Tegal, sehingga makin dikenal masyarakat luar,”sebutnya.

Pada fashion show Pesona Kreasi Batik Tegal ini, busana batik motif kecipir yang dikenakan peserta dari Kecamatan Dukuhturi berhasil meraih juara I menyisihkan 38 peserta lainnya.

Adapun juri lomba ini adalah Tri Susilastuti, Agung SP dan Agus Riyanto dari Arbat Collection.

Adapun juara II diraih peserta dari Kecamatan Pagerbarang, juara III dari Satpol PP. Kemudian harapan I diraih peserta dari Disdukcapil, harapan II diraih Bappeda dan Litbang dan harapan III dari Dinas Kominfo. (Sari/Red 6)

BERITA LAINNYA