Take a fresh look at your lifestyle.

Deklarasi Sekolah Ramah Anak, SMK 1 Slawi Lepas Puluhan Merpati

126

SLAWI-Warga SMK 1 Slawi berkomitmen mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA) yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri dan nyaman atau BARIISAN bagi perkembangan peserta didik.

Komitmen ini diucapkan bersama-sama  oleh seluruh warga sekolah dan tamu undangan, pada deklarasi Sekolah Ramah Anak SMK 1 Slawi, Jumat (27/9) pagi.

Hadir pada deklarasi SRA di sekolah tersebut, Kapolsek Slawi, AKP Dwija Utama, Ketua Komite, Pramono, Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jateng , Parjana, perwakilan dari Zipur 4 Slawi, Koramil Slawi dan  alumni .

Setelah membacakan deklarasi SRA yang berisi delapan poin, Kepala SMK 1 Slawi bersama sejumlah guru dan tamu undangan melepaskan 20 ekor burung merpati.

“Sebagai Sekolah Ramah Anak, kita tidak hanya ramah pada sesama, tetapi juga pada hewan ciptaan Allah dan tumbuh-tumbuhan. Biarkan burung-burung ini hidup bebas di alam ,”tutur Sufian sembari melepaskan burung merpati yang ada di genggamannya, diikuti guru dan tamu undangan.

Selanjutnya, dilaksanakan penandatangan komitmen dan kesepakatan kebijakan sekolah. Penandatanganan dilakukan Kepala SMK 1 Slawi, Sufian, Ketua Komite Sekolah Pramono, perwakilan guru/BK, Indah Eko Cahyani, Satpam, Mafudi, perwakilan orangtua, M Torikun dan Ketua OSIS/MPK , Sari Febrina.

Disusul dengan penandatangan deklarasi SRA di spanduk besar yang telah disiapkan sekolah. Tamu undangan, guru, tenaga kependidikan, alumni, komite dan siswa ikut menorehkan tanda tangannya di atas spanduk putih.

Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Jateng, Parjana menyebutkan, sesuai dengan panduan pelaksanaan SRA yang diterbitkan 2015 oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, konsep Sekolah Ramah Anak didefinisikan sebagai program untuk mewujudkan kondisi aman, bersih, sehat, peduli, dan berbudaya lingkungan hidup, yang mampu menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya, selama anak berada di satuan pendidikan, serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran dan pengawasan.

“Sekolah Ramah Anak bukanlah membangun sekolah baru, namun mengkondisikan sebuah sekolah menjadi nyaman bagi anak, serta memastikan sekolah memenuhi hak anak dan melindunginya.Karena sekolah menjadi rumah kedua bagi anak, setelah rumahnya sendir,”tuturnya.

Adapun, penerapan SRA dilaksanakan dengan merujuk enam komponen penting, meliputi, kebijakan SRA, pelaksanaan proses pembelajaran yang ramah anak, pendidik dan tenaga kependidikan terlatih hak-hak anak dan  sarana dan prasaranaSRA. Selain itu,  partisipasi anak serta  partisipasi orang tua, lembaga masyarakat, dunia usaha, pemangku kepentingan lainnya, dan alumni.

“Hasil yang diharapkan dari terlaksananya Sekolah Ramah Anak yakni, terwujudnya sekolah yang aman dan menyenangkan bagi peserta didik karena bebas dari kekerasan antar peserta didik maupun kekerasan yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan,”sebut Parjana.

Sementara itu, Kepala SMK 1 Slawi, Sufian menyebutkan, sudah sejak lama sekolah  berupaya menciptakan sekolah yang  ramah anak.Namun, baru kemarin dideklarasikan.

Selain menciptakan sekolah yang bersih, aman, ramah, indah, sehat, asri dan nyaman, sekolah juga  memfasilitasi bakat dan minat siswa dengan menyediakan sarana prasarana yang mendukung. Sekolah bahkan memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi .

“Sekolah hanya menasehati siswa yang berbuat salah. Kita sentuh hatinya,”sebutnya.

Disebutkan, dengan menciptakan sekolah yang ramah anak, banyak siswa  SMK 1 Slawi yang meraih prestasi. Tahun lalu terdapat  18 siswa yang meraih nilai ujian nasional 100 , dan tahun ini mencapai 28 siswa. SMK 1 Slawi saat ini memiliki  57 kelas, dengan enam jurusan dan 1.919 siswa.  (Sari/Red)

BERITA LAINNYA