Take a fresh look at your lifestyle.

Dedy Yon Beberkan Strategi Percepatan Pembangunan Tegal

-Ramah Tamah Bersama Wartawan

210

TEGAL – Jadikan Kota Bahari sebagai contoh percepatan pembangunan daerah di Jawa Tengah, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono beberkan rencana pembangunannya dengan gamblang kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik.

“Ada dua puluh tujuh titik pembangunan selama tiga tahun ke depan. Delapan lokasi akan kita benahi secara bertahap,” kata Dedy saat menghadiri ramah tamah Press Tour Humas Setda Kota Tegal di Yogyakarta, Jumat (6/3) malam.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Johardi, Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Tegal, Imam Badarudin dan Kabag Humas Protokol Setda Kota Tegal, Hendiati Bintang Takarini.

Tak hanya infrastruktur saja, sambung Dedy, melainkan juga penataan kinerja di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal. Dalam menyongsong era revolusi industri 4.0, pihaknya membuka lebar peluang kepada investor, baik dari dalam maupun luar negeri untuk menanamkan modal di Kota Bahari.

Adapun delapan pembenahan yang akan mulai yakni diawali dengan melakukan koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan PT KAI. Mengingat, dari delapan lokasi tersebut, beberapa diantaranya merupakan lahan milik Pemrov dan PT KAI yang dinilai belum bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau yang 27 titik itu tersebar di empat kecamatan dan kita targetkan berlangsung selama tiga tahun ke depan. Sedangkan delapan tempat, masih kita koordinasikan lebih lanjut. Karena yang delapan ini sudah dibangun tetapi kurang begitu mengena manfaatnya untuk warga masyarakat,” kata Dedy.

Kedelapan tempat yang dimaksud diantara yakni, penataan tempat wisata Pantai Alam Indah (PAI), tepatnya pada pembangunan kolam waterboom dan renovasi Monumen Bahari yang dipenuhi dengan berbagai Alutsista TNI Angkatan Laut. Dengan kedalaman dua meter, lokasi waterboom dijanjikan Dedy terbuka gratis untuk umum.

Sementara pada Monumen Bahari, akan ditambah beberapa ornamen bunga, lengkap dengan sebuah keranjang, sehingga dapat dijadikan sebagai tempat foto para pengujung PAI. Sedangkan alutsista seperti tank, pesawat dan meriam akan dipugar kembali.

Berlanjut pada pembenahan Pasar Beras Martoloyo yang berada di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Tegal Timur. Pada lokasi ini, Dedy berencana akan membangun tempat istirahat atau rest area. Mengingat pembangunan Jalur Lingkar Utara (Jalingkut) terus dikebut dan akan selesai sebelum Lebaran 2020.

“Kita mengingikan pesisir utara Kota Tegal ini akan tetap hidup. Karena setelah Jalingkut jadi, maka transportasi akan beralih dan jalur kota akan sedikit berkurang. Untuk itu akan kita buat rest area, hotel dan cafe yang kekinian di sepanjang Jalan Yos Sudarso,” bebernya.

Setelah merapihkan PAI, Monumen Bahari dan Pasar Beras Martoloyo. Rencana pembenahan keempat yakni pemanfaatan Gedung Biaro di Jalan Pancasila. Agar tak menimbulkan kesan seram, bekas Kantor Semarang Cheriboon Stroomtram (SCS) itu akan disulap sebagai kantor, ruang rapat dan pameran UMKM.

Bergerak pada sisi barat, pembenahan kelima dilakukan pada Menara Air atau Waterleiding yang kini dimanfaatkan PDAM setempat. Pada lokasi ini, Wali Kota akan merenovasi menara dengan menggunakan batu alam, menambah ornamen klasik serta beberapa lampu akrilik hingga lampu tembak.

Lokasi berikutnya, imbuh Dedy, pembangunan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) pada lahan seluas 6.800 meter persegi. Pada lahan yang kini dikelola BUMD Provinsi PD Citra Mandiri, diperuntukkan bagi pedagang terdampak revitalisasi Taman Pancasila, kawasan Stasiun dan revitalisasi Alun-alun.

“Modelnya tiketing, pengunjung mulai masuk dari sisi utara atau didekat Balaikota. Kemudian di dalamnya terdapat gerobak permanen para pedagang. Setelah selesai makan dan santai-santai, pengunjung dapat pulang melalui pintu keluar di Jalan Ahmad Dahlan,” pungkasnya.

Sementara itu, untuk lokasi ketujuh yakni pembenahan lahan Pusat Promosi Informasi  dan Bisnis (PPIB) yang akan dijadikan sebagai pusat komunitas ikan dan burung. Terakhir, kata Dedy, pemberdayaan Gor Mini yang berada di Kecamatan Tegal Selatan dan Taman Poci di Jalan Kolonel Sudiarto.

“Gor mini atau sport center ini harus digiatkan untuk acara olahraga. Sedangkan Taman Poci kita berdayakan untuk acara, sehingga tidak disalahgunakan,” tandas Dedy. (Haikal/red10)

BERITA LAINNYA