Take a fresh look at your lifestyle.

Dede : Komitmen Kawal Penanganan Banjir di Pekalongan

303

PEKALONGAN– Anggota Komisi I DPR RI, Dede Indra Permana komitmen mengawal penanganan banjir di Kota Pekalongan. Hal tersebut menjadi penting agar aktivitas masyarakat kembali normal utamanya untuk mendorong perekonomian daerah.

“Saya siap kawal penanganan banjir ini. Pemerintah daerah butuhnya apa untuk mengatasi permasalahan ini akan saya kawal hingga terealisasi dari pusat,” kata Dede.

Ia mengatakan, beberapa solusi penanganan yang dibutuhkan untuk mengatasi permasalah ini adalah dibutuhkannya polder agar bisa mengurai konsentrasi air.

“polder air lebih dibutuhkan. Supaya ada solusi tuntas yang diatasi untuk kepentingan masyarakat luas di Kota Pekalongan. Mohon doa dan dukungannya, mudah-mudahan pembangunan polder ini bisa terealisasi,” katanya.

Wali Kota Pekalongan M Saelany Machfudz mengatakan, Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya mencari solusi penanganan banjir dengan berkoordinasi dengan dinas terkait.

“Beberapa upaya yang telah kami lakukan adalah memenuhi kebutuhan logistik bagi para korban dan pembuatan tanggul-tanggul di beberapa titik yang dibutuhkan. Selain itu, pemerintah daerah juga menggandeng pemerintah daerah tetangga serta memperpanjang status tanggap darurat bencana hingga sepekan ke depan. Perpanjangan status tanggap darurat ini karena kondisi cuaca masih tidak menentu. Mudah-mudahan tidak ada banjir lagi di Kota Pekalongan di tahun 2020 ini,” ujarnya.

Wakil Walikota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menambahkan, dengan perpanjangan status tanggap darurat bencana tersebut, pihaknya meminta Dinsos-P2KB dan koordinasi dari dinas terkait untuk tetap mempertahankan dapur umum tanggap darurat bencana yang dipusatkan di Stadion Hoegeng. Pasalnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, saat banjir telah surut, dapur umum sudah sempat ditutup namun ternyata banjir kembali melanda.

“Alhamdulillah untuk pompa penyedot sendiri berjalan terus 24 jam non stop, kalau di kampung ada yang belum surut berarti ada saluran drainase terputus antara kampung dengan jalan. Nanti dari dinas terkait mengecek mana saja saluran yang terputus. Ke depan kami akomodir untuk menjadi bahan masukan Pemerintah Kota Pekalongan,” terang Aaf.

Sementara itu, Anggota DPRD Propinsi Jateng Albertus Agung Satria Hermawan mengatakan, untuk penanganan banjir di Kota Pekalongan ini pihaknya juga akan mengawal pembangunan dinding pembatas (parapet) di sepanjang aliran sungai. Pasalnya sebagian parapet yang sudah ada kondisinya dalam keadaan rusak.

“Kami siap mengawal. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” ucapnya. (Siti Masithoh/Red 11)

BERITA LAINNYA