Take a fresh look at your lifestyle.

Dear Prihatin dengan Kondisi Warga di Bantaran Sungai Gung

152

ADIWERNA – Anggota DPR RI, Dewi Aryani prihatin dengan kondisi warga Kabupaten Tegal yang tinggal di bantaran Sungai Gung. Pasalnya, Dewi Aryani yang akrab disapa Dear itu, melihat langsung penderitaan warga yang rumahnya diambang bencana longsor. Utamanya warga di Desa/ Kecamatan Adiwerna yang rumahnya hanya menyisakan 1 meter dari tebing sungai tersebut.

Hal itu diungapkan Anggota DPR RI, Dewi Aryani saat melakukan Kunjungan Dapil (Kundapil) IX Jateng di Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Jumat (21/2). Kunjungan itu didampingi Kepala Desa (Kades) Adiwerna, Saeful dan perangkat desa beserta warga setempat.

“Kami minta kepada Kades untuk mengevakuasi warga yang rumahnya tinggal berjarak 1 meter dari tebingj Sungai Gung. Ini untuk menghindari korban jiwa jika sewaktu-waktu longsor. Terlebih, rumah yang terasnya sudah retak-retak,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Anggota Komisi IX DPR RI tersebut akan berupaya meminta bantuan Direktur DAS agar segera memberikan bantuan untuk bronjongisasi dan penghijauan di sepanjang aliran Sungai Gung. Termasuk, meminta BPDDASAL Pemali di Semarang untuk melakukan perbaikan di sepanjang bantaran Sungai Gung.

“Di Adiwerna sekitar 200 meter bantaran Sungai Gung yang sudah longsor. Bahkan, Ada rumah yang tanahnya di bawah teras rumah longsor. Jika retak maka sangat membahayakan pemilik rumah,” ujar Anggota DPR RI yang tinggal di Desa Sidoharjo, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal itu.

Menurut dia, jumlah rumah yang terancam longsor di Desa Adiwerna mencapai puluhan rumah. Namun, warga sekitar secara swadaya membuat bronjong untuk menahan tanah di bantaran sungai itu. Ia menyayangkan Pemkab Tegal tidak pro aktif melakukan konsultasi dengan Pemerintah Pusat atau Pemerintah Provinsi Jateng untuk menangani hal tersebut.
“Saya sedang usahakan berjuang bersama dengan Kades untuk meminta bantuan Kemenhut untuk penghijauan dan PUPR untuk pembangunan bronjong,” kata Dewi Aryani yang akrab disapa Dear itu.

Ditambahkan, aliran Sungai Gung melintasi beberapa desa di Kecamatan Adiwerna, dan sejumlah kecamatan lainnya. Sejumlah desa di Kecamatan Adiwerna yang dilintasi Sungai Gung, diantaranya Lemah Duwur, Pesarean, Adiwerna, Tembok Banjaran, Tembok Luwung, Tembok Lor, Tembok Kidul, Harjosari, Gumalar, Lumingser , Harjosari Lor, Penarukan, dan Kedungsukun. Dari sejumlah desa itu, terdapat ratusan rumah yang berada di bantaran Sungai Gung. Selain Sungai Gung, potensi longsor juga berada di bantaran Sungai Jembangan yang memintasi beberapa desa di sejumlah kecamatan.

“Semoga bisa segera dilakukan tindakan, karena hujan lebat masih terus terjadi. Terlebih, tahun depan juga masih akan ada hujan lebat dengan intensitas tinggi,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA