Take a fresh look at your lifestyle.

Datangi Pendapa, Buruh di Brebes Tuntut Perhatian Pemkab Terkait Covid-19

23

BREBES, smpantura.com – Belasan perwakilan buruh di Kabupaten Brebes mendatangi Pendapa Kabupaten Brebes, Kamis (5/8). Mereka datang untuk menemui Bupati meminta pemerintah daerah perhatian terhadap buruh yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Perwakilan buruh tiba di Pendapa Kabupaten sekitar pukul 10.00. Kedatangan mereka juga mendapat pengamanan ketat dari jajaran Polres Brebes. Mereka kemudian ditemui langsung Bupati untuk beraudiensi.

Ketua Aliansi Serikat Kabupaten Brebes, Iwan mengatakan, selama ini buruh yang terkonfirmasi positif Covid-19 belum mendapatkan perhatian maksimal. Buruh yang terkonfirmasi positif dan sebagai orang tanpa gejala (OTG) hanya diminta melakukan isoman di rumah masing-masing. Hal itu dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19 di keluarganya.

“Kami minta agar buruh mendapat perhatian juga dari pemerintah daerah. Termasuk, menyangkut tempat isoman. Jangan melakukan isoman di rumahnya karena ini akan menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19,” katanya usai audiensi.

Menurut dia, ada dua pilihan terkait dengan tempat yang layak untuk isoman. Pertama, Pemkab Brebes memfasilitasi agar perusahaan menyediakan tempat khusus bagi buruh yang melakukan isoman. Kedua, Pemkab Brebes menyediakan tempat isolasi untuk para buruh yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Harus disediakan tempat isolasi untuk buruh yang positif, baik disediakan oleh perusahaan maupun Pemkab Brebes,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, pemerintah daerah juga diminta perhatian dalam bantuan makanan terhadap buruh yang menjalani isoman. “Kami meminta perhatian dari Pemkab Brebes terhadap buruh,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti usai menerima audiensi para buruh mengatakan, saat ini Pemkab Brebes sudah menyediakan tempat isolasi untuk warganya, termasuk para buruh. Menurutnya, tempat isolasi yang paling efektif adalah di masing-masing desa di mana buruh tersebut tinggal.
“Tempat isolasi yang paling efektif itu di desa. Masing-masing pemerintah desa sudah menyediakan tempat isoman,” kata Idza.

Lebih lanjut dia mengatakan, untuk penanganan buruh yang OTG Covid-19 ialah dengan isolasi mandiri di masing-masing desa. Terkait obat dan vitamin untuk buruh isoman akan diberikan secara gratis. Pihaknya juga akan berkomunikasi dengan perusahaan agar buruh isoman mendapatkan perhatian dari perusahaan maupun pemerintah. “Sekali lagi, bantuan dari dana desa yang 8 persen, dari perusahaan, dan dari pemerintah daerah itu ikut memperhatikan,” pungkasnya.

(T07-red) 

BERITA LAINNYA