Take a fresh look at your lifestyle.

Darurat Sampah, DPRD Minta Bupati Segera Bertindak

124

SLAWI, smpantura.com – DPRD Kabupaten Tegal meminta Bupati Tegal segera bertindak untuk menyelesaikan darurat sampah di Kabupaten Tegal. Hal itu dikarenakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Penujah di Desa Penujah, Kecamatan Kedungbanteng telah melebihi ambang batasnya.

“Jangan ditunda-tunda untuk penanganannya, karena sampah bisa mencemari lingkungan sekitar,” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, M Bintang Adi Prajamukti SH MH dari Dapil 4 meliputi Kecamatan Pangkah, Kecamatan Kedungbanteng, Kecamatan Tarub, Selasa (23/3).

Bintang mengaku prihatin dengan kondisi persampahan di kabupaten itu. TPA seluas 4,1 hektare yang beroperasi sejak tahun 1997 itu, harus menampung 487 ton sampah setiap harinya. Hingga kini, kapasitas TPA Penujah melebihi batas ambang batas. Dalam tahun 2020, TPA Penujah menampung sampah sebanyak 205.111 meterkubik atau meningkat 39 persen dari tahun 2019.

“Perluasan lahan minimal 4-5 hektare, mengingat daya tampung dan daya dukung sudah tidak bisa dipertahankan lagi,” kata Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal itu.

Menutur dia, pengelolaan sampah di lokasi TPA diperbanyak untuk mengurangi tumpukan sampah. Sampah harus dipilah dan diolah dengan proses 3R, yakni Reduse (mengurangi), Reuse (memanfaatkan kembali), dan Recycle (daur sampah).

“Pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos, dan sampah plastik menjadi batako atau paving block,” bebernya.

Lebih lanjut dikatakan, TPA Penujah harus berubah dari Tempat Pembuangan Akhir Sampah menjadi Tempat Prosesing Akhir Sampah (TPAS). Untuk menunjang TPAS dibutuhkan penambahan alat berat dua escavator dan dua buldozer. Selain itu, pengadaan alat pengolah sampah di TPAS Penujah dan rumah kompos yang memadai. Pembenahan juga harus dilakukan yakni pembangunan kembali saluran air lindi dan bak pemprosesan air lindi.

“Alternatif lainnya TPAS Penujah pindah ke Karangmalang di bekas galian C Waskita Karya. Bisa beli tanah, pinjam pakai atau hibah,” ujar Bintang.

Ditambahkan, pengembangan TPA Penujah telah dianggarkan di tahun 2017 dan 2018 dalam APBD Kabupaten Tegal senilai Rp 5 miliar. Namun, anggaran tersebut dirasionalisasi.

“Kami berharap agar bisa dianggarkan kembali. Ini sudah dadurat sampah di Kabupaten Tegal,” pungkasnya. (T05-red)

BERITA LAINNYA