Take a fresh look at your lifestyle.

Danang Satrio Raih Doktor

104

PEKALONGAN – Fakultas Ekonomi Universitas Pekalongan (Unikal) menambah lagi seorang doktor, setelah Danang Satrio menyelesaikan studi Doktoral di Program Studi Doktor Ilmu Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana (uksw) Salatiga.
Lelaki kelahiran Salatiga, 30 Maret 1987 itu dinyatakan lulus dengan pujian dengan IPK 3,77 dalam yudisium virtual Prodi Doktor Manajemen yang dipimpin Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, UKSW Roos Kities Andadari , Jumat.
‘’Dengan tambahan seorang doktor itu, maka kini, FE Unikal sudah memiliki lima doktor. Bahkan dalam tahun ini pula, diyakini akan ada tambahan dua doktor lagi. Dengan demikian, rencana FE untuk membuka pascasarjana bisa segera terealisasi. Kami berharap tahun 2021 pascasarjana di FE bisa terealisasi,’’ kata Dekan Fakultas Ekonomi, Choliq Sabana, usai menyaksikan yudisium.
Dalam presentasi acara yudisium itu, Danang menyampaikan disertasinya berjudul ‘’Strategi komunikasi viral marketing produk Budaya : Studi pada Produk Batik Indonesia’’. Ikut menyaksikan acara yudisium itu, Wakil Rektor II Unikal, Andi Kushermanto, Dekan FE Unikal, Choliq Sabana serta keluarga dari Danang.
Danang menyatakan dengan terciptanya model viral marketing, pembatik dapat memasarkan batik dengan pendekatan budaya melalui internet dan produk Batik yang ditawarkan dapat dikenal oleh konsumen.
Danang mengatakan, proses penyampaian pesan melalui viral marketing dapat menumbuhkan kesadaran budaya yaitu dengan menumbuhkan kembali pengetahuan dan kecintaan akan budaya nasional. Dengan demikian masyarakat sendirilah yang akan sadar dan melestarikannya serta menjaga budaya sendiri. Keberhasilan viral marketing dapat dipengaruhi oleh respon emosi yang timbul yang disebabkan oleh tanggapan atau persepsi konsumen setelah menyaksikan program viral yang dijalankan.
Menurut dia, program viral marketing dapat disusun oleh Pelaku batik dengan pendekatan budaya untuk menjadi sebuah konten yang mampu untuk memengaruhi kesadaran budaya para penerima pesan agar dapat mengenal lebih dekat produk budaya yang ditawarkan secara terus-menerus di media sosial sehingga meningkatkan keberhasilan pemasaran batik serta dapat membantu meningkatkan pangsa pasar yang sudah ada hingga ke seluruh dunia.
(trias.p/Red 15)

BERITA LAINNYA