Take a fresh look at your lifestyle.

Dampak Pandemi Covid-19, Ada 15.600 Orang di Brebes Jatuh Miskin

97

BREBES – Akibat dampak pandemi Covid-19 yang terjadi hampir setahun terakhir, menyebabkan angka kemiskinan di Kabupaten Brebes bertambah. Selama pandemi itu angka kemiskinan di Kota Bawang mengalami kenaikan hingga 0,81%, atau sekitar 15.600 orang. Dari semula di tahun 2019 lalu angka kemiskinannya hanya 16,22%, di tahun 2021 ini naik menjadi 17,03%.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) Kabupaten Brebes, Edy Kusmartono mengatakan, kenaikan angka kemiskinan itu berdasarkkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Brebes. Dari prosentase kenaikan angka kemiskinan itu, ada sekitar 15.600 orang di Brebes yang semula tergolong mampu, berubah menjadi miskin setelah terjadi pandemi Covid-19.

“Angka kemiskinan di Brebes tahun naik 0,81% atau sekitar 15.600 orang. Kalau totalnya 17,03% dari jumlah penduduk, atau sekitar 308.780 orang,” jelasnya kepada wartawan usai mengikuti rapat kordinasi persiapan membantu UMKM terintegrasi dengan Marketplace dalam Penanggulangan Kemiskinan di Operation Room (OR) Setda Brebes, Senin (1/3).

Menurut dia, selama pandemi Covid-19 memang dirasakan telah berdampak di berbagai sektor. Terutama, di sektor ekonomi yang berimbas pada angka kemiskinan mengalami kenaikan. Adanya pandemi, juga menyebabkan adanya penurunan daya beli masyarakat. Hal itu juga menjadi salah satu penyebab naiknya angka kemiskinan di Brebes. “Pandemi ini memang sangat dirasakan berdampak pada segala sektor kehidupan masyarakat, termasuk ekonomi. Untuk itu, berbagai upaya kita lakukan dalam membantu masyarakat untuk meningkatkan atau mendapatkan penghasilan,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan Pemkab, dengan melakukan pemetaan dalam pengentasan kemiskinan. Pemetaan itu tidak lain untuk mencoba mengintervensi penduduk miskin agar bisa diberdayakan dalam program padat karya Pemkab Brebes. Salah satunya, dengang memberdayakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam membuat marketplace. “Marketplace ini merupakan wadah bagi pelaku UMKM, agar nantinya bisa dimanfaatkan oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Brebes. Setiap ODP nantinya bisa membeli produk UMKM untuk kepentingan kegiatan OPD terebut, sehingga bisa membantu dalam pemasaran,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA