Take a fresh look at your lifestyle.

Dampak Covid-19, Anggaran DAK di Brebes Rp 46 M Dihentikan

- Bagi Kegiatan Fisik Non Kesehatan dan Pendidikan

238

BREBES – Pemkab Brebes terpaksa menghentikan seluruh kegiatan fisik di luar bidang kesehatan dan pendidikan, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020. Total anggaran DAK yang dipending pelaksanaannya itu mencapai Rp 46 miliar, yang tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah(OPD). Kebijakan tersebut ditetapkan sebagai tindak lanjut diterbitkannya surat edaran dari Menteri Keuangan, terkait prioritas upaya recoveri kebutuhan anggaran penanganan virus korona atau Covid-19 di Indonesia.

“Hari ini, kami baru saja melakukan rapat terkait tindak lanjut edaran Menteri Keuangan ini. Intinya, untuk semua kegiatan fisik dari DAK di luar bidang kesehatan dan pendidikan dihentikan pelaksanaannya. Artinya, tidak dilelangkan atau dikerjakan. Di Brebes sendiri total anggaran DAK yang dihentikan ini ada sekitar Rp 46 miliar,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Brebes, Djoko Gunawan, Senin (30/3).

Dia menjelaskan, dari total anggaran DAK sekitar Rp 46 miliar tersebut, tersebar di beberapa OPD. Di antaranya, di Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Penataan Ruang, serta di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman. “Anggaran DAK ini sifatnya hanya dihentikan dan belum bisa digunakan atau dialihkan untuk kegiatan lain. Ini karena kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat,” terangnya.

Menurut dia, bagi OPD yang sudah terlanjut melaksanakan kegiatan fisik dari DAK itu, pengguna anggara diminta melaporkan ke Kementerian Keuangan paling lambat per 27 Maret lalu. Hal itu sesuai dari arahan yang tercantum dalam surat edaran. Namun demikian, di Brebes kegiatan fisik dari DAK tersebut memang belum ada yang dilaksanakan. “Yang jelas, kami saat ini sudah menghentikan kegiatan DAK fisik di luar kesehatan dan pendidikan. Apakah dana itu nantinya digunakan untuk penanganan Covid-19, kami sampai saat ini masih menunggu petunjuk dari pusat,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, Achmad Satibi mengatakan, di instansinya ada sekitar Rp 24 miliar lebih anggaran fisik yang bersumber dari DAK dan harus dihentikan pelaksanaannya. Dari total DAK itu sesuai rencana dialoksikan untuk perbaikan 3 ruas jalan. Yakni, ruas Kretek-Kaligua (Kecamatan Paguyangan), ruas Losari-Prapag Lor (Kecamatan Losari) dan ruas Limbangan-Randusanga (Kecamatan Brebes). Selain itu, sekitar Rp 7 miliar dialokasikan bagi pembangunan air bersih di sebanyak 17 kecamatan. “Untuk teknis lebih lanjut, kami masih menunggu petunjuknya. Yang jelas, sudah kami hentikan kegiatan ini,” pungkasnya.

(b.setiawan-red2) 

BERITA LAINNYA