Take a fresh look at your lifestyle.

Curi Uang Rp 200 Juta, Dukun Penggandaan Uang Diringkus Polisi

118

BREBES – Di zaman sekarang ini, ternyata masih ada saja yang percaya soal penggandaan uang. Di Brebes, seseorang yang mengaku menjadi dukun penggandaan uang diringkus jajaran Satreskrim Polres Brebes, kemarin.

Tersangka adalah Harti (42), warga Subang Jawa Barat. Ia ditangkap karena nekat mencuri uang milik Wahyono, Kepala Desa (Kades) Tegalglagah, Kecamatan Bulakamba, Brebes senilai Rp 200 juta.

Tersangka ditangkap di rumahnya. Lucunya lagi, Harto mengaku uang hasil curiannya itu sebagian dibagikan untuk sedekah kepada orang tidak mampu, dan sebagian lagi dipakai untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Kasus itu berawal saat pelaku mengaku mampu menggandakan uang berlipat-lipat. Bahkan, pelaku juga sempat mempraktikan kemampuannya itu di depan korban. Lantaran tergiur, korban kemudian menyiapkan uang untuk digandakan. Namun saat uang sudah disiapkan di dalam sebuah tas dan bertemu pelaku, ketika korban lengah uangnya malah dicuri dan dibawa kabur pelaku. Kejadian itu kemudian dilaporkan korban ke polisi.

“Selain dibagikan, pelaku juga menggunakan uang hasil curiannya untuk kebutuhan sehari-hari. Kami menangkap pelaku ini di rumahnya, di daerah Subang, Jawa Barat. Kami juga menyita sebilah keris, jaket dan tas samping sebagai barang bukti,” kata Kepala Unit I Satreskrim Polres Brebes, Aiptu Titok Ambar Pramono, kemarin.

Dia mengatakan, modus pelaku itu dengan mengiming-imingi korban dapat melakukan penggandaan uang dengan cara menyedot uang di mesin ATM. Namun syarat agar bisa menggandakan uang, korban harus menyetorkan sejumlah uang kepada pelaku. “Karena tergiur, korban menyerahkan uangnya sebesar Rp 200 juta, dan dijanjikan pelaku akan dilipatgandakan menjadi Rp 2 milliar,” ungkapnya.

Atas perbuatanya itu, lanjut dia, pelaku dijerat dengan pasal 362 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara. “Pelaku ini kami ancam hukuman 5 tahun penjara,” tandasnya

Sementara di depan penyidik, Harto (42) mengaku, uang hasil curiannya itu tak sepenuhnya digunakan untuk keperluan pribadi. Namun sebagian besar dibagi-bagikan kepada para fakir miskin yang ditemuinya dimana pun dirinya berada. “Uang hasil curian ini saya bagi-bagikan ke warga kurang mampu. Saya ambil sebagian untuk keperluan pribadi,” tuturnya.

(setiawan/red2) 

BERITA LAINNYA