Take a fresh look at your lifestyle.

Cukup Tujuh Menit Laporkan SPT Pajak

178

PEMALANG – Bupati Pemalang, Junaedi melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan (PPh) orang pribadi tahun 2019. Penyampaian SPT dilakukan menggunakan e-filling di sela-sela kesibukannya, Selasa(3/3). Bupati mengatakan dia hanya membutuhkan waktu lebih kurang tujuh menit untuk penyampaian SPT-nya.

“Banyak sekali kemudahan-kemudahan dalam penyampaian pajak melalui e-filling ini,”kata dia. Kalau dulu orang datang berbondong-bondong ke KPP Pekalongan atau ke Pos Pelayanan Pajak Pemalang maka sekarang tidak lagi.

Pada masa lalu lanjut dia masyarakat biasa datang ke kantor pajak pada tanggal-tanggal terakhir batas waktu penyampaian SPT sehingga orang yang datang kekantor pajak dengan petugas pajak yang ada tidak sebanding akibatnya terjadi antrian panjang. Dengan adanya e-filling maka masyarakat diberikan kemudahan sehingga mereka proaktif untuk memenuhi kewajibannya. Kemudian petunjuk dalam mengisi SPT melalui e-filling juga mudah.

Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Pekalongan Taufik Wijiyanto mengatakan e-fillig atau lapor pajak dalam jaringan (online) adalah suatu cara penyampaian SPT secara elektronik yang dilakukan secara online (dalam jaringan) dan real time melalui internet ke
website Direktorat Jenderal Pajak atau Perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi atau Application Service Provider (ASP).

Melalui e-filing, wajib pajak dapat dengan mudah melaporkan SPT tahunannya tanpa perlu repot harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak. Dengan menggunakan e-filling, wajib pajak bisa melaporkan pajaknya dari rumah, cafe atau dimanapun dia berada.”Bapak Bupati butuh tujuh menit melapor SPT karena data tahun sebelumnya sudah ada, normalnya dalam mengisi SPT melalui e-filling adalah membutuhkan waktu 10 menit,”kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan melalui e-filling data yang tahun kemarin sudah dimasukkan akan terseimpan sehingga pengisian SPT hanya berupa perubahan data karena itu bisa lebih cepat. Adapun yang membuat lama dalam mengisi SPT melalu e-filling ini lantaran wajib pajak memiliki banyak aset sehingga banyak melakukan perubahan-perubahan.

Sementara itu di Kabopaten Pemalang menurut Taufik sudah ada 30 ribu wajib pajak yang lapor SPT atau naik 25 % dari tahun lalu. Dari jumlah tersebut 95% diantaranya menggunakan e-filling sehingga KPP Pratama Pekalongan sampai kemarin tidak terlalu penuh oleh masyarakat yang melapor SPT.

Adapun untuk Kabupaten Pemalang wajib pajak yang terdaftar ini adalah paling banyak di wilayah kerjanya yang mencakup tiga kabupaten/kota. Jumlah wajib pajak di Kota Pekalongan mencapai 43 ribu, Kabupaten Pekalongan 72 ribu sementara Kabupaten Pemalang mencapai 129 ribu. Persoalan yang terjadi adalah pada tingkat kepatuhan yang perlu ditingkatkan.

Di Pemalang wajib Pajak sebagian besar adalah PNS dan karyawan karena itu dia meminta bantuan Bupati untuk menghimbau mereka agar segera melapor SPT. Kemudian tindakan Bupati yang sudah memberi contoh dengan melapor SPT di awal waktu merupakan sebuah awal yang baik. Taufik berharap tahun ini wajib pajak yang menyampaikan SPT lebih tinggi lagi dibandingkan tahun 2019 yang hanya 64%.(

BERITA LAINNYA