Take a fresh look at your lifestyle.

Cuaca Ekstrim TPI Tanjungsari Tidak Ada Lelang

157

PEMALANG – Cuaca ektrim atau musim baratan yang terjadi di laut Jawa menjadikan para nelayan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjungsari, Kabupaten Pemalang tidak berani melaut. Hal tersebut berpengaruh terhadap aktifitas lelang di TPI setempat, bahkan sejak awal bulan Januari hanya beberapa kali ada lelang dan nilainya kecil.

“Apabila kondisi laut gelombang tinggi dan angin kencang dapat dipastikan nelayan Tanjungsari tidak ada yang melaut. Aktifitas lelang berhenti, sebab tidak ada nelayan yang melelangkan ikannya, kalaupun ada lelang nilainya kecil, sebab jumlah tangkapan ikan minim,” ujar Ketua KUD Mina Misoyo Sari, Sumadi Rahono, kemarin.

Dia mengatakan, sejak pertengahan bulan Desember tahun 2019 lalu tidak ada lelang di TPI Tanjungsari. Namun dua hari lalu sempat ada lelang tetapi nilainya kecil dengan nilai sekitar Rp 15 juta. Apabila kondisi laut normal nilai lelang rata rata Rp 200 juta per hari, bahkan pada saat musim panen ikan, bisa mencapai Rp 500 juta per hari. Saat ini nelayan yang melaut jumlahnya kurang dari 10 kapal, dan waktu melautnya hanya satu hari. Mereka mencari ikan hanya di pinggir pantai, apabila sewaktu waktu cuaca ekstrim bisa langsung kembali ke daratan. Namun untuk kapal yang ukuran sedang hingga besar lebih memilih tidak melaut. Hal itu disebabkan jarak jelajah mereka jauh, dan waktunya hingga satu minggu di tengah laut. Apabila mereka nekat melaut resikonya besar, dan hasil tangkapan tidak bisa maksimal. Hasil tangkapan tidak maksimal otomatis berdampak pada hasil lelang. Kondisi seperti sekarang dapat dipastikan hasil tangkapan minim, bahkan hasil penjualan tidak cukup menutup biaya operasional mereka.

“Bendera hitam sudah kita pasang sebagai tanda bahaya, tetapi kita sifatnya hanya menghimbau pada masyarakat nelayan. Selain itu, Pol Air segera memasang spanduk yang isinya himbauan agar nelayan tidak melaut, rencananya di pasang di TPI Tanjungsari dan TPI Asemdoyong,” tandas Kasat Pol Air Polres Pemalang, AKP Sunardi, dalam berita sebelumnya.

Ia mengatakan, himbau kepada para nelayan terkait dengan cuaca ekstrim terus dilakukan dari pihak Pol Air. Namun pihaknya tidak bisa melarang apabila mereka nekat melaut, sebab hal itu kaitannya dengan pemenuhan kebutuhan sehari hari. Berdasarkan informasi yang diterima dari BMKG, bahwa tinggi gelombang laut antara 0,75 hingga 1,5 meter. Kondisi cuaca ektrim tersebut diperkirakan hingga dua minggu kedepan. Sebagian besar nelayan di Tanjungsari sudah paham dengan bahaya yang mengancam, sehingga sebagian besar nelayan tidak melaut, bahkan diperkirakan 98 persen kapal tidak melaut.(H77/Red_03)

BERITA LAINNYA