Take a fresh look at your lifestyle.

Covid19, Mantan Bupati Pekalongan Bantu Warga Membutuhkan

137

KAJEN- Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama khususnya dalam situasi pendemi covid19 ini, keluarga besar Amat Antono Mantan Bupati Pekalongan sisir warga yang membutuhkan. Terlebih yang belum tersentuh bantuan.

“Kami biasa secara spontan merespon keluhan warga yang benar-benar membutuhkan, khususnya yang belum tersentuh jangkauan,” katanya.

Dikatakannya, bulan Ramadhan yang berbarengan dengan pendemi covid19 ini, memiliki banyak khikmah atau pelajaran yang bisa diambil. Salah satunya yakni menjadi titik balik renungan terutama menyadarkan diri sendiri akan sebetulnya siapa diri kita.

“Ternyata kita adalah mahluk Allah SWT, yang kecil dan lemah. Sehingga tidak perlu sombong dengan apa yang dimiliki. Baik dari sisi kekayaan, jabatan ataupun ilmu,” ucapnya.

Menurutnya, pada bulan Ramadhan ini hendaknya, justru meningkatkan kesadaran untuk berbagi. “Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kami bisa berbagi dengan keluarga Pak Santoso warga Dusun Gumiwang Desa Gejlik Kecamatan Kajen yang tuna netra dan berprofesi sebagai tukang pijat, ” tuturnya didampingi istri Arini Harimurti yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan.

Meski tidak seberapa yang kami berikan, tapi setidaknya bisa sedikit membantu sambil menunggu realisasi bantuan dari pemerintah.

“Bapak ini sebetulnya baru terdaftar dalam program bantuan pemerintah. Tapi sembari menunggu hal itu kami sedikit berbagi agar lebih meringankan beban keluarga. Semoga bermanfaat, ” tuturnya.

Sementara itu warga Dusun Gumiwang Desa Gejlik Kecamatan Kajen Santoso mengaku kaget dan senang karena didatangi salah satu tokoh tersohor di Kota Santri.

“Saya tidak menyangka tiba-tiba didatangi. Sempet kaget tapi yang jelas sangat bahagia dengan sosok Pak Antono yang terkenal tegas dan responsif, tapi juga humoris saat memimpin, ” katanya.

Dia mengungkapkan, meski baru pertama kali bertemu dan memiliki keterbatasan penglihatan nama mantan bupati dua periode ini tidak asing di telingannya. Bahkan nama lengkap istrinyapun dia menghapalnya.

“Terimakasih banyak pak atas bantuan yang diberikan. Semoga terus bisa berbagi untuk Farrah meski sudah tidak menjabat sebagai kepala daerah lagi. Bantuan yang diberikan ini sangat kami tunggu karena sejak adanya covid19 langganan pijatnya menjadi sepi, ” ucapnya.

Sementara istrinya hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga saja. “Ya kadang kami ngutang dulu ke tetangga. Sembari menunggu bantuan dari pemerintah, bantuan yang diberikan ini sangat berrti untuk keluarga kami karena memang yang ditunggu belum datang sampai hari ini, ” pungkasnya. (Siti Masithoh/red11)

BERITA LAINNYA