Take a fresh look at your lifestyle.

Corona Booming, Guci Sepi

248

BUMIJAWA –  Pasca pengumuman resmi pemerintah bahwa sudah ada dua orang yang positif terkena Virus Corona atau Covid 19 di Indonesia, berimbas pada jumlah pengunjung obyek wisata Pemandian Air Panas Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal. Terhitung sejak 2 Maret 2020, penurunan mencapai sekitar 30 persen.

Kepala UPTD Pariwisata Guci, Achmad Abdul Khasib mengatakan, pemberitaan tentang adanya dua warga negara Indonsia (WNI) asal Depok Jawa Barat yang terjangkit virus corona, mengakibatkan wisatawan enggan bepergian. Mereka sepertinya cenderung beraktifitas di rumah atau di tempat kerjanya, ketimbang berwisata ke luar daerah.

“Virus Corona ini sangat mempengaruhi jumlah pengunjung Guci. Wisatawan dari luar daerah, hampir tidak ada. Penurunan jumlah pengunjung antara 20 sampai 30 persen,” katanya.

Dia mengungkapkan, selain karena virus corona, penurunan jumlah pengunjung juga disebabkan cuaca dan kenaikan tarif retribusi. Hampir setiap hari di wilayah Tegal dan sekitarnya diguyur hujan. Begitu pula dengan tarif retribusi. Menurutnya, banyak pengunjung yang menanyakan kenapa harga tiket Guci berubah.

“Kita selalu melayani pengunjung dengan baik. Jika ada yang tanya masalah tarif, kita akan jelaskan dengan sopan,” ucapnya.

Dia menambahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi Guci baru mencapai 12,11 persen. Kemudian obyek Waduk Cacaban 20,74 persen. Sedangkan obyek wisata Purhawamba Indah (Purin) hanya 11 persen. Perolehan itu tercatat sejak 2 Maret 2020.

“Sementara untuk retribusi parkir di obyek wisata Guci 21,37 persen, Cacaban 19,34 persen dan Purin hanya 8,85 persen,” imbuhnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA