Take a fresh look at your lifestyle.

Cekcok Saluran Air, Remaja Aniaya Tetangga Hingga Tewas

151

SLAWI-Arif Rahman Behaki (19) terancam hukuman tujuh tahun setelah melakukan penganiayaan terhadap Sudiri (68). Akibat penganiayaan tersebut, korban meninggal dunia setelah dirawat di RSUD dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal.

Penganiayaan tersebut berawal dari cekcok mulut masalah saluran air antara korban dan pelaku pada Jumat (14/2) pukul 13.00. Keduanya merupakan tetangga bersebelahan rumah di Desa Sokatengah RT 3 RW 01, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Cekcok berujung saling menantang. Pelaku menjadi sakit hati saat korban menghina orangtuanya yang telah meninggal dunia. Pelaku lalu masuk ke dalam rumah dan mengambil potongan pipa besi yang ada di kamar depan bersama dengan peralatan tukang lainnya.

Sambil membawa pipa besi, pelaku mendatangi rumah korban. Lalu, pipa besi dipukulkan ke kursi dengan maksud menakut-nakuti korban.

Sudiri yang didalam rumah lalu keluar sambil membawa kayu kecil dan memukulkan ke arah Arif. Pukulan tersebut ditangkis oleh pelaku dengan pipa besi yang dipegangnya dengan kedua  tangan.

Berhasil menangkis pukulan dari tetangga yang telah berusia lanjut itu, pelaku lantas memukulkan pipa besi ke arah koban. Pipa besi berukuran panjang 95 sentimeter dengan diameter 5 sentimeter mengenai kepala bagian kanan korban, hingga jatuh tersungkur.

Kapolres Tegal, AKBP Muhammad Iqbal Simatupang, dalam konferensi pers, Senin (17/2) mengatakan, dari hasil visum, akibat pukulan yang dilakukan pelaku, tempurung kepala samping kanan korban mengalami retak.

“Setelah mendapat perawatan di rumah sakit, pada Sabtu (15/2) pukul 17.00 korban meninggal dunia,”terang Iqbal, kemarin.

Dari keterangan pelaku,  cekcok mulut dengan Sudiri bukan baru sekali ini. Sebelumnya dia pernah cekcok karena korban dituduh mengambil tanah milik korban.

“Belum ada setahun. Saya dikatai mengambil tanahnya. Padahal gak begitu,”tutur Arif yang terus menunduk.

Kasat Reskrim Polres Tegal , AKP Gunawan Wibisono didampingi Kapolsek Bumijawa, AKP Awan Agus Setijono menambahkan, usai mendapat penganiayaan dari pelaku, keluarga korban dan korban melapor ke Polsek Bumijawa. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas.

“Korban sempat melapor ke Polsek, saat itu kondisinya masih  sadar. Kemudian diantar ke Puskesmas, dan dirujuk ke RSUD dr Soeselo Slawi,”jelas  Awan.

Gunawan Wibisono menambahkan, tidak ada perencanaan dalam kasus ini. Semua yang dilakukan pelaku terjadi spontan.

Selain proses hukum , untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Sat Reskrim bersama Sat Sabhara dan Sat Binmas menyampaikan imbauan kepada keluarga korban dan memberikan santunan.

Gunawan menyebutkan, terhadap pelaku disangkakan pasal 351 KUHP ayat (3) penganiayaan yang berakibat matinya orang dengan ancaman hukuman tujuh tahun. (Sari-Red-06)

 

 

 

BERITA LAINNYA