Take a fresh look at your lifestyle.

Cegah Stunting melalui Pemberdayaan Wanita di Desa Locus Stunting

171

PEMALANG – Tim Dosen Universitas Diponegoro Semarang melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terkait upaya pencegahan dan penurunan angka kejadian stunting dengan pemberdayaan perempuan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang atau lokasi khusus stunting dengan tim yang terdiri dari Nissa Kusariana, SKM, M.Si, Aghus Sofwan, ST., MT., PhD (FT), dan Prof. Dr. Ir. Ambariyanto, M.Sc.

“Pada kegiatan ini disampaikan bahwa di Indonesia, sekitar 37% anak balita mengalami stunting. Kekurangan gizi tidak saja membuat stunting, tetapi juga menghambat kecerdasan, memicu penyakit, dan menurunkan produktivitas anak yang bisa berdampak pada masa depan anak,” ujar Nissa Kusariana, selaku Ketua Tim Pengabdian Undip, kemarin.

Dia mengatakan, dalam jangka pendek, stunting dapat berdampak pada peningkatan kejadian kematian dan kesakitan anak serta dapat mengganggu perkembangan kognitif, motoric dan verbal pada anak, sehingga dapat berakibat pada peningkatan biaya kesehatan dalam keluarga. Sedangkan efek jangka panjang stunting antara lain berpengaruh pada kapasitas belajar dan performa anak yang kurang optimal saat masa sekolah, sehingga pada saat dewasa produktivitas dan kapasitas kerja menjadi tidak optimal. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan stimulasi psikososial serta paparan infeksi berulang terutama terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan. Saat ini bisa lihat, banyak anak-anak remaja terutama remaja putri mempunyai tinggi badan yang lebih pendek dibanding pada teman-teman seusia mereka.

“Faktor penyebab stunting merupakan multi dimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita saja. Namun juga disebabkan oleh praktek pengasuhan anak yang kurang baik, masih terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi, dan kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi,” tandasnya.

Ia mengatakan, kondisi di Desa Tambakrejo sangat erat kaitannya dengan kurangnya akses pemenuhan air bersih terutama pada musim kemarau seperti saat ini. Hal ini juga mempengaruhi terhadap kondisi kejadian stunting di Desa Tambakrejo yang merupakan desa lokasi stunting di Kecamatan Pemalang. Perlu menjadi sorotan utama para pemerintah daerah setempat untuk upaya penurunan angka stunting di Desa Tambakrejo.
Selain faktor perbaikan sanitasi, faktor yang paling penting dalam pencegahan stunting adalah peran orang tua dalam pemenuhan gizi dan kesehatan anak dan balita. Pemenuhan kebutuhan gizi dan perkembangan anak sangat bergantung dari pola asuh orang tua kepada anak. Untuk itu orang tua terutama ibu di Desa Tambakrejo perlu memiliki pengetahuan terkait hal tersebut, sehingga dapat berperan dalam upaya penurunan angka Stunting di desa tersebut.

(Jokowi/red3)

BERITA LAINNYA