Take a fresh look at your lifestyle.

Cegah Penyebaran Korona, Kemenag Diminta Tegas Larang Pesta Pernikahan

117

SLAWI – Hingga kini, masih banyak masyarakat di Kabupaten Tegal yang menggelar acara pesta (hajatan) pernikahan. Padahal, hal tersebut telah dilarang pihak berwajib. Diharapkan, Kementerian Agama (Kemenag) secara tegas melarang pesta pernikahan.

“Kemenag belum tegas kaitan penyelenggaraan pernikahan. Banyak hajatan pernikahan diselenggaran dengan alasan diperbolehkan Kantor Urusan Agama (KUA),” kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni, Minggu (29/3).

Dikatakan, pencegahan Virus Korona (Covid-19) harus dilakukan semua pihak dengan kompak, termasuk Kemenag. Pesta pernikahan dinilai sangat potensi tinggi penyebaran Covid-19. Sejumlah prosesi acara pernikahan, diantaranya akad nikah, sarahan, walimahan dan resepsi, mengumpulkan orang banyak. Tidak hanya warga sekitar, namun juga mengundang warga dari luar daerah.

“Pasti keluarga dari luar kota pada datang di acara pernikahan. Ini sangat potensi penyebaran Virus Korona,” ujarnya.

Menurut dia, untuk mencegah hal tersebut, harus dimulai dari KUA untuk tidak mengizinkan acara pernikahan. Jika memang harus dilakukan, hanya menggelar acara akad nikah di KUA yang dihadiri wali, saksi dan calon pengantin. Selain itu, calon pengantin wajib melakukan tes kesehatan yang syarat itu harus dikeluarkan dari Satgas Virus Korona.

“Saya bingung saat diundang acara pernikahan. Mau tidak hadir karena diminta jadi saksi,” katanya.

Ditambahkan, masyarakat diminta menyadari kondisi saat ini. Kesadaran masyarakat dalam pencegahan Virus Korona sangat dibutuhkan, mengingat virus tersebut sudah banyak memakan korban. Pencegahan sedini mungkin bisa dilakukan dari diri sendiri dengan pola hidup bersih, yakni mencuci tangan, membatasi bertemu dengan orang banyak, dan tetap berada di rumah.

“Penyemprotan disinfektan harus dilakukan secara menyeluruh,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA