Take a fresh look at your lifestyle.

Cegah Penyalahgunaan, BNN Rekrut Penggiat Narkoba

148

TEGAL – Cegah penyalahgunaan narkoba dalam dunia pendidikan, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tegal, menggelar rapat kerja program pemberdayaan masyarakat anti narkoba di Riez Palace Hotel, Rabu (19/2) siang.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala BNN Kota Tegal, Igor Budi Mardiyono, Kepala Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kota Tegal, Budi Saptaji serta Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) se-Kota Tegal.

“Setelah kegiatan ini, kami berharap bapak ibu dapat merekomendasikan 20 orang untuk direkrut menjadi penggiat anti narkoba,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Tegal, Nasrudin.

Rekomendasi tersebut, kata Nasrudin, dapat diberikan kepada Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan, guru Bimbingan Konseling (BK), guru agama, guru olahraga, maupun guru yang memiliki kepedulian terhadap anak didik.

Perlunya pemetaan calon penggiat anti narkoba di lingkungan pendidikan ini, lantaran penyalahgunaannya tidak lagi hanya kalangan masyarakat dewasa saja. Bahkan, pada 2019 lalu tercatat 27,32 persen penyalahgunaan narkoba telah menyasar para pelajar se-Indonesia.

“Tidak menutup kemungkinan, anak-anak kita bisa menjadi korbannya. Untuk itu, kita harus ekstra waspada. Termasuk selalu menyisipkan dalam setiap doa,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpolinmas Kota Tegal, Budi Saptaji menambahkan, peran aktif institusi pendidikan memiliki strategi dalam upaya mencegah narkoba merebak kepada pelajar. Perhatian orang tua juga dianggap penting dalam menciptakan generasi penerus yang bersih dari narkoba.

Untuk lingkungan pendidikan, Budi menyebut, dapat dibentuk sebuah kelompok siswa anti narkoba maupun sekolah anti narkoba dan membuat kegiatan lomba yang bertemakan tentang narkoba. Hal itu guna mendukung ketermasukan materi bahaya narkoba dalam kurikulum

“Menjalin networking antara orang tua dan anak jauh lebih penting. Komunikasi intensif dengan mereka. Karena jika di sekolah, mereka terpantau oleh guru,” tegasnya. (Haikal/red2)

BERITA LAINNYA