Take a fresh look at your lifestyle.

Camat Diminta Mendata Kedatangan Pemudik Secara Berkala

75

SLAWI,smpantura.com – Guna memantau warga yang nekat mudik ke kampung halaman di saat pandemi Covid-19 ini, seluruh camat di Kabupaten Tegal diminta mendata kedatangan pemudik secara berkala. Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Dadang Darusman menyampaikan, proses pendataan agar dilakukan melalui jejaring kepala desa.

“Ini penting, mengingat angka kasus Covid-19 masih terus berambah, sehingga sinergitas lintas sektor sangat diperlukan untuk mencegah masuknya Covid-19 dari luar ke Kabupaten Tegal selama mudik Lebaran,” ungkap Dadang pada acara rakor  Kesiapan Pengamanan Mudik Lebaran Tahun 2021 di Ruang Rapat Bupati Tegal, Jumat (30/4).

Dadang menegaskan, jika ada warga yang nekat mudik dan terbukti positif Covid-19, pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi di RSUD Suradadi. “Selama 14 hari ke depan, pemudik yang nekat dan dinyatakan positif akan menjalani isolasi di RSUD Suradadi. Sudah kami siapkan 60 tempat tidur untuk pasien Covid-19,” ujar Dadang.

Sementara itu, guna mendukung kebijakan laeangan mudik Lebaran 2021 di Kabupaten Tegal, sebanyak 565 personil gabungan TNI-Polri dan unsur kedinasan Pemkab Tegal serta komunitas masyarakat akan dikerahkan.
Wakapolres Tegal Kompol Didi Dewantoro menyebutkan,  dari 565 personil tersebut, 330 personil berasal dari unsur kepolisian. Sedangkan dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan hingga Palang Merah Indonesia masing-masing 30 personil.

Didi mengatakan,  personil akan dibagi tugasnya di empat titik pos pengamanan dan penyekatan terpadu. Pertama, di jalur Pantura wilayah Kramat atau depan LIK Takaru. Kedua, di Desa Selapura, Kecamatan Dukuhwaru. Ketiga, jalur exit tol Adiwerna, dan keempat di Simpang Klonengan, Margasari. Adapun kegiatan penyekatan Mudik Lebaran 2021 akan berlangsung mulai dari tanggal 6 sampai dengan 17 Mei.

“Praktis, selama 12 hari itu masyarakat dilarang mudik, kecuali mereka yang melakukan perjalanan dinas, pengangkut logistik dan obat-obatan yang disertai izin, pekerja informal yang sudah tidak lagi memiliki pekerjaan dan tempat tinggal di perantauan, ibu melahirkan atau kedaruratan kesehatan,” jelas Didi. (T04-Red)

BERITA LAINNYA