Take a fresh look at your lifestyle.

Calon Bupati Harus Tahu “Penyakitnya” Pemalang

113

PEMALANG – Bakal calon bupati Pemalang harus tahu penyakitnya Pemalang, agar bisa mengatasi permasalahan yang ada. Harapannya apabila masalah teratasi bisa menjadikan daerah tersebut maju berkembang sehingga masyarakatnya makmur dan sejahtera.

“Kami dari Partai Golkar Pemalang sudah menggelar rapat dan memutuskan membuka pendaftaran bagi bakal calon bupati yang maju melalui partai ini. Meskipun dalam pemilihan legislatif lalu, Partai Golkar hanya mendapat enam kursi, tetapi hal itu tidak menghalangi partai kami untuk membuka pendaftaran,” ujar Ujianto Mugo Raharjo, Sekretaris Tim Penjaringan Bupati dari Partai Golkar Pemalang, kemarin.

Ia mengatakan, jumah kursi di parlemen Partai Golkar hanya enam, artinya untuk bisa mengusung pasangan calon bupati dan wakilnya harus berkoalisi. Terkait dengan koalisi saat ini pihaknya masih menggodok diinternal partai. Khusus arah koalisi dapat dipastikan sama sama satu visi misi untuk membangun Pemalang. Saat ini secara resmi koalisi belum terbentuk, namun apabila tahapan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pemalang sudah dimulai pihaknya akan segera mengumumkan koalisinya. Khusus untuk bakal calon bupati dan wakilnya Partai Golkar tidak menutup diri, artinya semua kalangan bisa maju melalui partai itu.

“Kami tidak membatasi diri asal atau latar belakang bakal calon bupati, artinya bisa berasal dari semua kalangan. Bakal calon bupati bisa berasal dari birokrasi, pengusaha, akademisi, agamis, maupun dari kalangan dokter, intinya mereka harus paham dengan Pemalang, tahu penyakitnya Pemalang,” tandasnya.

Dia mengatakan, DPD Partai Golkar Pemalang terus melakukan rapat rapat dengan tim penjaringan bakal calon bupati dan wakilnya. Pembentukan tim penjaringan sudah dilakukan beberapa waktu lalu, dan saat ini tim masih menggodok aturan dan kreteria bakal calon. Pada prinsipnya partai Golkar terbuka untuk semua kalangan, siapapun dipersilahkan untuk mendaftar menjadi bakal calon bupati melalui partai tersebut. Pihaknya menganut sistim keterbukaan, dan semua tim maupun pengurus partai berhak untuk memberikan ide dan pemikiran terkait dengan pencalonan bakal calon bupati mendatang. Partai Golkar juga membuka pada masyarakat luas yang berkeinginan maju melalui partai itu dengan catatan mereka harus memiliki kapasitas dan kapabilitas. Meskipun demikian, pihaknya juga berfikir realistis, dimana untuk mengangkat bakal calon bupati harus berkoalisi dengan partai lain. Hal itu yang masih menjadi pembahasan diinternal pengurus partai Golkar dan tim penjaringan. Koalisi dengan partai lain hingga saat ini belum terbentuk, sebab politik masih sangat cair, tetapi partai Golkar tetap harus berkoalisi.(Jokowi/red3)

BERITA LAINNYA