Take a fresh look at your lifestyle.

Cabuli Anak, Pedagang Agar-Agar Keliling Ditangkap

166

PEKALONGAN – Seorang pedagang agar-agar keliling, Rawan (68), warga Ketanggungan, Kabupaten Brebes, ditangkap Unit Reskrim Polsek Pekalongan Selatan, lantaran diduga telah mencabuli seorang anak perempuan yang masih berusia delapan tahun. Peristiwa tersebut terjadi di depan rumah korban di salah satu kelurahan masuk wilayah Kecamatan Pekalongan Selatan Kota Pekalongan. Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez, dalam konferensi pers, Kamis (12/3) siang menjelaskan bahwa dugaan tindak pidana pencabulan itu terjadi, Kamis (5/3) lalu sekitar pukul 14.45 Wib.
Pengungkapan kasus tersebut, kata dia, bermula dari laporan saksi yang melihat tersangka memberikan uang kepada korban kemudian berbuat tidak seronok terhadap korban.

Kemudian, saksi menanyakan langsung ke korban, ternyata benar dan korban mengatakan telah diberi uang Rp 5 ribu oleh tersangka. “Sebelumnya korban diberi uang jajan Rp 5 ribu, sebelum akhirnya perbuatan seronok itu dilakukan oleh tersangka,” terang kapolres didampingi Kapolsek Pekalongan Selatan Basuki Budi Santosa. Akibat kejadian tersebut, saksi melaporkan kejadian itu ke Ketua RT setempat dan ke Polsek Pekalongan Selatan. Anggota Unit Reskrim Polsek Pekalongan Selatan, yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda Purwoko setelah menerima laporan, langsung bergerak dengan meminta keterangan saksi. Kemudian, petugas mendatangi tersangka di tempat kosnya, menginterogasi tersangka, dan berhasil mengamankan tersangka, Jumat (6/3) siang.

Dari hasil pemeriksaan, perbuatan cabul itu telah dilakukan sebanyak dua kali terhadap korban yang sama. Itu dengan modus membujuk korban dan memberikan uang Rp 5 ribu. Selain itu berdasarkan hasil visum et repertum terhadap korban, ternyata benar bahwa korban telah dicabuli tersangka. Sementara itu, Rawan, mengakui kalau dirinya telah mencabuli korban. Kakek paruhbaya itu menyatakan dirinya terangsang begitu melihat korban. Tersangka telah diamankan di ruang tahanan Polres Pekalongan Kota. Tersangka dijerat Pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 Tahun 2002 juncto Pasal 76 E UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 290 ke-2e KUHP, dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun. (Kuswandi/Red9)

 

BERITA LAINNYA