Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati Tolak Usulan Isolasi di Villa Guci

59

SLAWI,smpantura.com – Usulan Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal untuk menggunakan villa di obyek wisata air panas Guci di Kecamatan Bumijawa sebagai tempat isolasi pasien Covid-19, ditolak Bupati Tegal. Hal itu diputuskan setelah sejumlah warga Guci demo menolak villa di Guci sebagai tempat isolasi.

“Intinya tidak akan meneruskan. Ini yang menyampaikan Bupati. Barusan siang tadi. Intinya kawasan Guci tidak jadi untuk tempat isolasi pasien Covid-19,” kata Kepala UPTD Guci, Abdul Hasib, Minggu (12/7).

Dikatakan, puluhan warga Desa Guci dan Dukuh Pekandangan, Desa Rembul, Kabupaten Tegal melakukan aksi demo menolak rencana villa di Guci untuk tempat isolasi, Minggu siang (11/7). Aksi demo itu langsung dilaporkan ke Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar). Informasi itu lalu disampaikan ke Bupati Tegal. Setelah mempertimbangkan berbagai masukan, diputuskan bahwa kawasan Guci tidak akan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19.

“Tempat isolasi pasien Covid-19 di kawasan objek wisata Guci sebenarnya baru sebatas rencana,” ujarnya.

Menurut Hasib, rencana ini mencuat setelah Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni mengusulkan hotel dan wisma di kawasan objek wisata Guci dijadikan tempat isoman warga Kecamatan Bojong dan Bumijawa yang terkena Covid-19. Namun, usulan itu mendapatkan respon Sekda Kabupaten Tegal bersama tim Dinas Kesehatan dan Bappeda yang turun melakukan pengecekan langsung ke Guci, sehari setelah adanya pemberitaan soal statemen Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Tegal.

“Rencana ada empat villa, yakni Villa Permata Hijau, Villa Panorama, Villa Kuda Mas dan Villa Candra Ungu akan dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 yang kategori ringan (OTG),” jelasnya.

Hasib menambahkan, rencananya jika pasien yang isoman banyak akan memakai dapur umum, tapi jika sedikit akan memakai jasa katering. “Setelah Pak Sekda datang ke sana bersama tim, kita sampaikan bahwa kelihatannya warga kurang berkenan. Ya nanti butuh edukasi. Akhirnya terus berjalan,” kata Hasib.

Hasib membeberkan, sebelum warga menggelar aksi demo, Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal pada Minggu siang (11/7) telah menyuruh pemborong untuk menata atau mengecat villa yang dijadikan tempat isolasi.

“Mendengar itu, warga menolak dengan pasang banner dan sebagainya,” pungkasnya. (T05-Red)

BERITA LAINNYA