Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati : PNS Baru Jangan Mencontoh Pola Lama

-276 CPNS Terima SK Pengangkatan PNS

140

SLAWI – Bupati Tegal, Umi Azizah, menyerahkan petikan Surat Keputusan pengangkatan CPNS menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan mengambil  sumpah PNS dari CPNS di Pendapa Amangkurat, Kabupaten Tegal, Senin (17/2).

Petikan SK diserahkan kepada 276 CPNS formasi tahun 2018, yang  terdiri atas 163 orang tenaga pendidik (formasi umum dan tenaga honorer K2), 105 orang tenaga kesehatan, dan delapan orang tenaga teknis.

Adapun pengambilan sumpah PNS diikuti 288 orang. Selain 276 CPNS formasi 2018, juga diikuti alumni IPDN sebanyak enam orang dan  PNS lain yang belum mengikuti pengambilan sumpah PNS sebanyak enam orang.

Dalam sambutannya, Bupati menyatakan dirinya menaruh harapan besar kepada PNS baru untuk mengajak masyarakat lebih peduli dan ikut serta dalam meningkatkan mutu pendidikan, derajat kesehatan dan mewujudkan pelayanan prima.

Umi mengatakan, saat ini 53,5 persen dari PNS Kabupaten Tegal sudah berusia di atas 50 tahun. Di usia ini tidak semua orang mudah untuk diajak berlari atau berubah mengikuti gerak zaman yang semakin sarat penggunaan teknologi informasi di tengah lingkungan eksternal yang bergerak sangat cepat.

Hadirnya PNS baru berusia muda, merupakan bagian dari peremajaan birokrasi. Mereka diharapkan menjadi pelumas untuk membangun kompetensi baru bagi ASN dan organisasi pemerintahan yang lebih lincah, berkinerja tinggi, cepat berlari dan adaptif terhadap perubahan.

Umi berpesan, para PNS baru tidak mencontoh prinsip kerja pola lama, yang penting datang, absen, lalu bekerja rutin serta pulang tepat waktu. Apalagi, hanya datang, absen setelah itu hilang entah  kemana dan baru datang setelah absen pulang.

“Jika mengacu pola lama, bisa dipastikan, tidak kurang dari lima tahun, kita sudah  tertinggal dari Filipina dan Vietnam,”tegas Umi.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKD), Umi meminta agar dilakukan pemetaan PNS yang tidak produktif.

Bagi PNS yang tidak produktif, yang “menghilang” untuk alasan tidak jelas di jam kerja, Pemkab Tegal menawarkan golden handshake. Hal ini agar mereka tidak mencemari budaya kerja yang ingin dibangun Pemkab Tegal.

Para PNS baru ini juga diharapkan membuat terobosan, inovasi dan cara-cara baru agar semangat kerja tetap menyala. Mengenai produktivitas pegawai, Umi menegaskan, hal itu tak selalu dipengaruhi oleh kenaikkan gaji pegawai, tetapi lebih pada kebahagiaan pegawai.  Kebahagiaan dapat dilakukan dengan membangun iklim dan lingkungan kerja dan suasana kantor yang nyaman.

Kepada PNS di bidang kesehatan, Umi berpesan, agar mendukung upaya pemerintah menurunkan angka kematian ibu dan kematian bayi. Pada tahun 2019, masih terdapat 12 kasus kematian ibu melahirkan dan 165 kematian bayi.

Sementara di bidang pendidikan, Umi meminta tidak terjadi lagi kasus anak putus sekolah. Para guru dituntut peka terhadap kondisi anak didiknya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Tegal Retno Suprobowati menuturkan sebelumnya telah dilakukan serangkaian tahapan kepada para CPNS formasi Tahun 2018. Diantaranya telah menjalani masa percobaan atau masa prajabatan selama satu tahun. Kemudian mengikuti pendidikan dan pelatihan prajabatan atau pelatihan dasar selama 51 hari di BPSDM Provinsi Jawa Tengah.

“Setelah dinyatakan lulus pelatihan dasar,  para CPNS juga mengikuti tes pemeriksaan kesehatan di RSUD dr Soeselo Slawi,”sebutnya.

Sesuai Peraturan Pemerintah nomor 11 Tahun 2017, yang telah memenuhi persyaratan lulus pendidikan dan pelatihan serta sehat jasmani dan rohani diangkat menjadi PNS oleh PPK ke dalam jabatan dan pangkat sesuai peraturan perundang-undangan.

“Pengangkatan mereka sebagai PNSD terhitung mulai tanggal 1 Februari 2020,”imbuh Retno.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono menambahkan, PNS baru selain mendukung visi dan misi bupati, juga harus mengetahui Indeks Kineja Utama (IKU) OPD dan indikator kinerja masing-masing. Mereka juga harus memiliki semangat sebagai agen perubahan di OPD-nya. (Sari/Red-06)

BERITA LAINNYA