Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati ; Pilkades Serentak Gunakan Manual, Jika Alat Tak Siap

122
  • Rencana Penerapan Sistem E-Votting

BREBES – Bupati Brebes, Idza Priyanti menegaskan, jika peralatan Sistem Informasi Desa (SID) yang dibutuhkan dalam e-votting belum siap, pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap dua di wilayahnya akan dikembalikan dengan menggunakan sistem manual. Untuk memastikan kesiapan peralatan SID yang tengah dalam proses pengadaan tersebut, Bupati telah memerintahkan sejumlah instansi terkait untuk mengecek langsung ke perusahaan pembuat alat tersebut.

“Hari ini (kemarin-red), tim dari Brebes sedang mengecek keberadaan alat SID ini di Jakarta. Jika memang alatnya sudah siap langsung kami sosialisasikan tingkat kabupaten kalau E-votting akan dilaksanakan. Namun jika alat ini keberadaannya masih belum ada, ya nanti kita laksanakan Pilkades dengan manual,” tandas Bupati Idza Priyanti, kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Brebes akan melaksanakan Pilkades serentak di sebanyak 108 desa pada Desember mendatang. Pelaksanaan Pilkades serentak tahan kedua tersebut rencananya akan menggunakan sistem E-votting. Bahkan, alat SID yang dibutuhkan untuk pelaksanaan E-votting tersebut dalam proses pengadaan masing-masing desa dengan menggunakan sumber anggaran dana desa. Setiap desa telah mengalokasikan pengadaan alat tersebut sebesar Rp 70 juta. Namun hingga kini, alat SID yang dibutuhkan dan telah dipesan tidak kunjung diterima pihak desa. Termasuk, sejumlah desa yang telah melakukan pembayaran untuk pengadaan alat tersebut.

Bupati menjelaskan, alat SID sebagai layanan desa mandiri memang dibutuhkan, kerena salah satu fungsinya bisa digunakan untuk proses E-votting dalam Pilkades. Sehingga, untuk pelaksanaan Pilkades E-votting membutuhkan alat tersebut. “Memang sejak awal, untuk Pilkades serentak tahap kedua ini direncanakan menggunakan sistem E-Votting. Namun kita harus pastikan ketersediaan alat SID ini. Sebab, kami juga menyediakan dua pilihan. Kalau tidak bisa E-Votting, ya kita kembali ke manual,” jelasnya.

Menurut dia, Pilkades serentak tahap kedua tidak bisa ditunda pelaksanaannya. Sebab, para Maret tahun 2020 jabatan Kepala Desa (Kades) di sebanyak 108 desa tersebut sudah habis. Sehingga, Pilkades tetap harus berjalan. “Dari total jumlah alat SID yang dibutuhkan, saat ini baru datang sebanyak 50 unit. Sedangkan sisanya sebanyak 100 unit belum datang. Padahal Pilkades ini akan dilaksanakan mulai 8 Desember. Karena itu, saya perintahkan dinas terkait untuk cek langsung ke Jakarta,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ketika nantinya Pilkades serentak dilaksanakan dengan manual, tidak mempengaruhi proses pengadaan alat SID tersebut. Sebab, peralatan itu memang dibutuhkan desa terkait layanan desa mandiri. Nantinya melalui peralatan itu seluruh informasi desa akan terintegrasi dengan kecamatan dan kabupaten. “Jadi, pengadaan alat SID oleh desa tetap berjalan, karena fungsinya tidak hanya untuk e-votting. Namun lebih besar untuk layanan desa mandiri,”pungkasnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA