Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati Minta Pelacakan Kasus Positif di Masa PPKM Mikro Diintensifkan

85

SLAWI – Bupati Tegal Umi Azizah meminta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal mengintensifkan pelacakan dan pemeriksaan kontak erat pasien Covid-19 selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro.

Hal tersebut disampaikan Umi Azizah usai menggelar konferensi video dengan para camat, kepala desa, lurah dan kepala Puskesmas di Rumah Dinas Bupati Tegal, belum lama ini. Menurutnya, PPKM berbasis mikro yang berlangsung mulai tanggal 9 hingga 22 Februari 2021 adalah masa yang tepat untuk menemukan kasus positif Covid-19 sebanyak-banyaknya, dengan cara meningkatkan jumlah pemeriksaan, pengetesan, dan pelacakan.
Karena pada masa ini, mobilitas warga berkurang dan sistem pengaturan pembatasan kegiatan di lingkungan rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT) melalui Satgas Jogo Tonggo kembali aktif.

“Selama dua pekan PPKM ini saya minta Dinkes bisa menemukan kasus positif sebanyak-banyaknya untuk kemudian diisolasi. Tentunya ini juga harus diimbangi dengan penambahan kapasitas uji laboratoriumnya,”ungkap Umi.

Menurutnya, warga di lingkungan RT dan RW bisa secara intensif melakukan pengawasan di rentang waktu tersebut, disamping mereka juga terhubung dengan posko di tingkat desa. Dikatakan Umi, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari sebelas bulan ini harus segera dihentikan. Adanya pandemi Covid-19 telah mendisrupsi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, termasuk agenda strategis pembangunan daerah.
Untuk itu, Pemkab Tegal dengan segala daya berupaya mengendalikan pandemi Covid-19.

Segala daya dan upaya memang terus dilakukan Pemkab Tegal untuk mengendalikan pandemi Covid-19 agar penularannya tidak semakin meluas. Upaya seperti pemeriksaan dan pelacakan kontak erat kasus positif terus dilakukan. Sedikitnya, sudah lebih dari 23 ribu kali pelacakan dan pengetesan dilakukan di Kabupaten Tegal hingga mampu menjaring 4.534 kasus positif sepanjang pandemi ini. Meski demikian, Umi meyakini jumlah riil kasus positif di masyarakat masih jauh lebih banyak ketimbang yang berhasil ditemukan dan dicatat.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Muhammad Iqbal Simatupang bersama jajaran, Senin (15/2) meninjau pelaksanaan PPKM berbasis mikro di Kecamatan Tarub, diantaranya di Desa Mindaka. Iqbal menyebutkan, hasil pantauan, pelaksanaan PPKM di desa tersebut sangat baik.  “Kami melihat ada ruang isolasinya dan poskonya juga ada, termasuk kampung siaga candi,”sebut Iqbal didampingi Wakapolres Tegal dan Forkopincam Tarub.
Bahkan, dalam kunjungan tersebut,Kapolres menyatakan akan mengikutsertakan Desa Mindaka maju lomba tingkat Polda Jateng.

Camat Tarub, Sumiyati menyebutkan, pihaknya sangat berbahagia dan berbangga hati, Desa Mindaka menjadi Kampung Siaga Candi. Bahkan Kapolres Tegal berniat mengajukan desa tersebut pada lomba tingkat Polda Jateng.

“Saya sangat mensuport dan memebrikan penghargaan sebesar-besarnya pada Kepala Desa Mindaka, Bapak Agus Sukamto bersama perangkat desa, yang sangat bersemangat menjadikan Desa Mindaka menjadi Kampung Siaga Candi yang representatif,”tutur Sumiyati.

Sumiyati berharap, ruang isolasi di desa tersebut tidak digunakan, yang berarti tidak ada kasus Covid-19 di wilayah desa tersebut. Adapun Kecamatan Tarub memiliki 20 desa.

BERITA LAINNYA