Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati Ingatkan Warga Patuhi Protokol Kesehatan

127

SLAWI,smpantura.com – Di saat pemerintah menggenjot vaksinasi Covid-19, di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal muncul klaster Covid-19 dari grup senam desa setempat. Tak tanggung-tanggung, dari 67 orang peserta grup senam dan kontak eratnya yang mengikuti uji swab, hingga Sabtu (27/3) tercatat sudah ada 46 orang yang dinyatakan positif Covid-19. Sehari sebelumnya, Jumat (26/3) tercatat 18 orang yang positif.

Sebelumnya rombongan grup senam ini mengikuti wisata ke Dino Land, Kabupaten Purbalingga pada 11 Maret 2021. Mereka menggunakan bus yang diisi 50 orang, 1 supir dan 2 kenek. Sementara 8 orang lainnya menggunakan kendaraan pribadi.

“Sebelum berangkat, ada dua orang yang mengalami gejala batuk, pilek dan tetap ikut rombongan piknik. Dua orang ini masih menunggu hasil swab,” jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupten Tegal, Joko Wantoro, Jumat (26/3)

Munculnya klaster Covid-19 dari grup senam Desa Penusupan, disayangkan oleh Bupati Tegal, Umi Azizah.
Menurut Umi, kebijakan pemerintah yang sedikit melonggarkan aktifitas sosial dan ekonomi di masa pandemi bukan lantas sepenuhnya bebas tanpa batas. Aturan protokol kesehatan tetap harus dijalankan, termasuk menahan diri tidak bepergian jauh, apalagi dalam bentuk rombongan dengan banyak orang yang tentu risiko penularannya semakin tinggi.

Umi menegaskan, upaya Pemerintah menggenjot program vaksinasi nasional untuk membangun sistem kekebalan tubuh pada minimal 70 persen penduduk Indonesia tentunya harus diimbangi dengan kesediaan setiap warganya untuk patuh pada protokol kesehatan.

“Jangan sampai ini semua sia-sia, karena anggaran yang sudah dikeluarkan Pemerintah sangat besar. Maka tolong, kita semua harus bisa saling menjaga, saling mengingatkan karena kelalaian ini bisa menyeret kita pada pendemi gelombang kedua dan itu dampaknya pada perekonomian bisa semakin buruk,” ungkap Umi.

Semestinya, imbuh Umi, pemerintah desa setempat dan Satgas Jogo Tonggo peka jika ada dari komunitas warganya yang akan bepergian dalam bentuk rombongan, karena harus ada izin dan pengawasan dari Satgas desa.“Logikanya, ada 50 orang di dalam satu bus tersebut sudah bentuk pelanggaran protokol kesehatan dari sisi kapasitas angkut bus yang seharusnya maksimal 70 persen di masa pandemi ini,” katanya.

Umi pun mengingatkan, rencana Pemerintah yang akan melarang mudik Lebaran tahun ini menjadi sinyal bahwa keselamatan warga negara adalah nomor satu ketimbang kepentingan ekonomi, sosial maupun tradisi. Untuk itu, pihaknya mengimbau agar warga Kabupaten Tegal yang ada di perantauan bisa mengikuti anjuran pemerintah demi kebaikan bersama.

Umi menegaskan, meski peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal cenderung melandai, namun berbagai ancaman harus diantisipasi, mulai dari mobilitas warga yang cenderung meningkat hingga kemunculan varian baru Covid-19.

Adapun jumlah akumulasi kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tegal sampai 26 Maret 2021, mencapai 5.169 orang dengan 216 kasus kematian. Sebanyak 4.771 orang sudah dinyatakan sembuh, 140 orang dinyatakan sembuh dan 42 orang dirawat.

(T04-red)

BERITA LAINNYA