Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati dan Pejabat Brebes ke Bali Saat Pandemi Covid-19, Ini Alasannya

55

BREBES, smpantura.com – Bupati Brebes, Idza Priyanti bersama belasan pejabat di Pemkab Brebes melakukan kunjungan ke Bali , di tengah pandemi Covid-19. Mereka melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Pulau Dewata tersebut.

Video kegiatan Bupati bersama para pejabat itu viral di media sosial facebook. Dalam video berdurasi 0,38 detik tersebut memperlihatkan aktivitas Bupati bersama rombongan dalam jamuan makan malam di sebuah resort, di kawasan wisata Kuta, Badung, Bali.

Dari penelusuran smpantura.com, selain Bupati dalam rombongan juga turut ikut suami Bupati, AKBP Warsidin, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Sutrisno bersama 7 pejabat setingkat Kabid dan Kasi di jajarannya. Kemudian, Asisten I Sekda Apriyanto, Asisten III Sekda Yuta Sugihyarti, Kabag Hukum Setda Brebes Moh Syamsul Haris, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Brebes Ratim Rantoko. Rombongan berangkat dari Brebes sejak Kamis (25/3) lalu.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Brebes, Sutrisno menjelaskan, kegiatan kunjungan ke Bali itu dilaksanakan dalam rangka studi banding terkait penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kepemudaan. Penyusunan raperda itu sudah masuk agenda di tahun 2021 dan sangat mendesak dibutuhkan. “Kunjungan ini kaitannya studi banding penyusunan Raperda Kepemudaan. Kegiatan ini memang sudah lama diagendakan dan terus tertunda karena adanya Covid-19. Kami juga sudah lama berkomunikasi dengan daerah yang akan dikunjungi, dan baru bisa dilaksanakan akhir Maret ini,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, lanjut dia, pihaknya melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Klungkung dan Karangasem. Kedua daerah tersebut dipilih karena hanya daerah itu yang sudah memiliki Perda Kepemudaan, dan telah mampu menghasilkan pemuda pelopor tingkat nasional. Sehingga pihaknya menilai perlu melakukan studi banding dalam penyusunan Raperda Kepemudaan agar bisa mendapat masukan. “Dalam kunjungan kami ini, juga sesuai protokol kesehatan. Bahkan, penerapan protokol kesehatan di daerah yang dikunjungi sangat ketat. Awal berangkat, kita juga menjalani pemeriksaan swab antigen,” terangnya.

Dia menambahkan, Raperda Kepemudaan selain sudah diagendakan di tahun 2021, juga telah menjadi kebutuhan mendesak di Brebes. Ketika sudah mempunyai Perda Kepemudaan, maka kegiatan kepemudaan dalam upaya ikut meningkatkan pembangunan di Brebes mempunyai legalitas formal. Termasuk, dalam penyediaan sarana dan prasarana pendukung. “Setelah draf disusun, raperda ini akan kami ajukan ke DPRD untuk dibahas. Ditargetkan tahun ini, raperda bisa disahkan,” pungkasnya.

(T07-red)

BERITA LAINNYA