Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati Brebes Targetkan 26.000 Keluarga Belum Miliki Jamban Tertangani di 2020

108

BREBES – Sebanyak 26.000 keluarga di Kabupaten Brebes hingga kini masih belum memiliki jamban. Mereka selama ini masih melakukan buang air besar sembarangan. Untuk itu, Bupati Brebes Idza Priyanti, menargetkan di tahun 2020 seluruh masyarakat yang belum memiliki jamban harus tertuntaskan.

“Ini perlu kita tuntaskan bersama, sehingga permasalahan kesehatan akan tertangani. Kami targetkan agar di tahun 2020, Kabupaten Brebes mencapai Open Defecation Free atau stop buang air besar sembarangan,” tandas Bupati Brebes Idza Priyanti, saat Deklarasi Open Defecation Free (ODF) dan penandatangan komitmen bersama menuju Brebes ODF Tahun 2020, di Pendapa Kabupaten Brebes, kemarin.

Dia menjelaskan, sebanyak 26.000 keluarga yang belum memiliki jamban tersebut tersebar di sebanyak 158 desa. Desa-desa tersebut hingga kini masih tercatat belum mencapai ODF. Sedangkan jumlah desa yang sudah dinyatakan bebas ODF tercatat sebanyak 134 desa. “Dari total sebanyak 292 desa yang ada di Brebes, untuk saat ini kita sudah bebas ODF di 134 desa. Sementara sisanya 158 desa belum ODF,” terangnya.

Menurut dia, untuk mencapai bebas ODF membutuhkan semangat dan dukungan bersama dari seluruh lapisan masyarakat. Utamanya, di wilayah pedesaan yang masih belum memiliki pemahaman jika buang air besar sembarangan itu tidak sehat dan mencemari lingkungan sekitar. Dengan percepatan ODF, maka 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) bisa diwujudkan. “Deklarasi ini saya minta jangan hanya sekadar formalitas saja, tetapi harus ada aksi nyata,” tegas Bupati.

Sementara, Kasi Penyehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Danny Setiawan mengatakan, di Jawa Tengah kini sudah ada 12 daerah yang telah bebas buang air besar sembarangan. Sedangkan untuk deklarasi ODF pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Grobogan pada tahun 2016 lalu. Kemudian, di tahun 2017 disusul di empat daerah yang mendapat penilaian ODF. Yakni, Wonogiri, Karanganyar, Boyolali, dan Sukoharjo. Sedangkan di tahun 2018, berkembang menjadi tujuh daerah mendeklarasikan ODF. Yakni, Kota Semarang, Kota Solo, Kabupaten Semarang, Rembang, Sragen, Jepara, dan Kendal. “Kalau di tahun 2019 ini sudah ada lima daerah yang mendapat penilaian ODF. Yakni, Salatiga, Kudus, Klaten, Temanggung, dan Klaten,” jelasnya.

Dia berharap, di tahun 2020 mendatang, sebanyak 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sudah menjadi wilayah ODF. Target itu diakuinya, memerlukan perjuangan cukup berat karena masih ada 23 kabupaten/kota yang belum melakukan deklarasi ODF.”Menggunakan jamban yang baik merupakan upaya pencegahan penularan penyakit hepatitis, tipes, dan kolera,” sambungnya.

(setiawan-red2)

BERITA LAINNYA