Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati Brebes dan BPJAMSOSTEK Serahkan Klaim Kematian Juru Parkir

35

Brebes,smpantura.com – Bupati Brebes Idza Priyanti menyampaikan rasa terimakasihya kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) yang telah memenuhi kewajiban dalam menyerahkan santunan senilai Rp 42 juta kepada ahli waris dalam hal ini istri juru parkir peserta Bukan Penerima Upah (BPU) BPJAMSOSTEK. Demikian disampaikan Bupati Brebes Idza Priyanti usai Penyerahan Simbolis Klaim Jaminan Kematian dan penyerahan bantuan kaki palsu kepada belasan difabel, di pendapa Bupati Brebes, Rabu 16 Juni 2021.

Idza mengatakan, BPJAMSOSTEK sangat diperlukan untuk menjamin hak dasar dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja, buruh dan keluarganya. Terlebih, jika setiap individu yang bekerja memiliki resiko kecelakaan di tempat kerja. Tentu saja, resiko akan lebih tinggi apabila pekerja tersebut bekerja diluar rumah.

Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial, setiap masyarakat pekerja wajib mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Ia menyatakan, BPJAMSOSTEK sangat diperlukan sebagai bentuk perlindungan pemerintah kepada warganya dari resiko kecelakaan kerja, kematian dan hari tua.

“Memang banyak manfaat yang bisa bapak dan ibu rasakan ketika menjadi peserta BPJAMSOSTEK. Bukan hanya sedang berinvestasi untuk masa depan dan keluarga, tetapi juga mengurangi beban sosial saat memasuki hari tua atau jika menderita cacat permanen yang tidak memungkinkan lagi untuk bekerja,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati juga menyampaikan rasa dukanya kepada keluarga almarhum dimana sebelumnya bekerja sebagai juru parkir di jalan Pantura Ahmad Yani Brebes.

“Doa kami semoga almarhum husnul khatimah dan santunan yang akan diberikan ini nanti bisa bermanfaat bagi keluarga yang ditinggalkan. Bisa juga untuk digunakan sebagai modal usaha istri almarhum,” katanya.

Kepada para difabel, Bupati memberikan motivasi dan semangat hidup agar mereka tetap berkarya. Diharapkan, bantuan berupa alat bantu kaki palsu kepada 19 difabel benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya. Adapun bantuan kaki palsu berasal dari BAZNAS dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

“Kedepan kita usulkan lebih banyak lagi bantuan kaki palsu kepada difabel. Disituasi pandemi COVID-19 seperti saat ini, diharapkan para difabel agar tetap semangat dan terus berkarya,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan selaku PPS Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Tegal, Tantrama Hardra mengatakan, jika BPJAMSOSTEK memiliki 4 program unggulan. Di antaranya Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kematian (JKM).

Seluruh program ini dapat dijangkau baik oleh pekerja formal, pun pekerja non formal. Semisal pedagang pasar, buruh harian, ojek daring (Ojol). Khusus untuk pekerja informal. Iuran dasar yang bakal diambil bila mengikuti program BPJAMSOSTEK sebesar Rp 16.800 dengan asumsi pendapatan sekitar Rp 1 juta.

Adapun, misalnya, besarnya iuran JHT adalah 5,7 persen dari besarnya upah yang dilaporkan. Dengan perincian 3,7 persen ditanggung oleh pemberi kerja, sementara sisanya ditanggung oleh pekerja. Iuran JP adalah sebesar 3 persen dari upah yang diterima. Dengan rincian pembayaran 2 persen oleh pihak pemberi kerja dan 1 persen sisanya oleh pekerja.

“Untuk pencairan klaim cepat saja, Namun dengan catatan semua berkasnya lengkap,” kata Tantrama Hardra.

(T07-red) 

BERITA LAINNYA