Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati Bolehkan Pentas Kesenian

184

PEMALANG – Bupati Junaedi membolehkan para seniman untuk menggelar panggung kreatifitas memasuki masa adaptasi kehidupan baru atau new normal. Bupati menyampaikan hal itu saat menemui demonstran di depan pendapa Kabupaten Pemalang, Kamia (11/6).

“Saya baru saja menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28/2020 tentang bagaimana yang harus dilaksanakan dalam kehidupan baru new normal,”kata Bupati. Perbup lanjutnya nanti akan disusul dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Para seniman kata dia boleh manggung dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Pada saat digelar panggung kesenian lanjut Bupati penontonnya hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas gedung pertunjukkan. Panggung-panggung kata dia akan diawasi oleh TNI dan Polri.”Juga harus diperhatikan untuk menjaga jarak minimal satu meter di antara penonton, apakah kalian semua sanggup?”seru Bupati yang berbicara dari atas mobil pengangkut saund sistem.

Ketua Dewan Kesenian, Andi Rustono mengatakan para seniman dan pengusaha hiburan tetap harus keluar rumah untuk bisa menghidupi keluarga.”Beri kami ruang untuk membantu menyosialisasikan dan ikut mengedukasi Covid-19 melalui panggung-panggung kesenian,”pinta Andi.

“Untuk Bupati, Kapolres, Dandim dan DPRD kami minta ruang aktufitas berkesenian dalam ruang luas maupun terbatas, diberi izin kegiatan budaya, adat dan kesenian dan jadikan alat kesenian di pendapa Kabupaten sebagai sarana berkesenian aktif dan terarah,”papar Andi.

KENAKAN MASKER : Seorang seniman mengenakan masker saat aksi demonstrasi di depan Pendapa Kabupaten Pemalang(SMpantura.com/Ali Basarah)
KENAKAN MASKER : Seorang seniman mengenakan masker saat aksi demonstrasi di depan Pendapa Kabupaten Pemalang(SMpantura.com/Ali Basarah)

Aksi kemarin mendapat perhatian warga Kota Pemalang yang memang sudah lebih kurang tiga bulan tak menikmati hiburan. Massa aksi membunyikan musik keras-keras. Aksi diawali dengan berdoa membaca surat Al Fatihah untuk Didi Kempot sebab hari itu bersamaan dengan peringatan 40 hari meninggalnya The Lord of Broken Heart. Aksi ditutup dengan pertunjukkan kesenian dan memutar lagu-lagu yang dipopulerkan oleh Didi Kempot.(Ali Basarah)

BERITA LAINNYA