Take a fresh look at your lifestyle.

Bupati Belum Berhasil Wujudkan Pemerintahan Bersih

110

SLAWI,smpantura.com – Bupati Tegal Hj Umi Azizah dinilai belum mampu mewujudkan pemerintah yang bersih, terbuka, akuntabel dan efektif melayani masyarakat. Hal itu tercantum dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tegal tahun 2020 yang mendapatkan nilai 40 persen dari 31 indikator sasaran misi Bupati Tegal.

“Nilainya masih rendah. Ini harus terus ditingkatkan,” kata Anggota Pansus LKPJ Bupati Tegal Tahun 2020, Khaeru Soleh, Minggu (28/3).

Dikatakan, pemerintahan yang bersih adalah model pemerintahan yang efektif, efisien, jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Indikator tersebut belum dicapai dengan maksimal. Kondisi itu bisa disiasati dengan penerapan reward and punishment, transparansi, merit-system, dan evaluasi berkala kinerja ASN.

“Turunkan pangkat ASN yang malas-malasan dan tidak berkinerja bagus. Siapapun ASN berkinerja bagus dan berprestasi, harus dipromosikan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, penerapan merit system (sistem berbasis prestasi) harus ditingkatkan. Evaluasi setiap saat kinerja ASN dan jangan biarkan ASN bekerja tanpa arah dan tanpa terukur. Selain itu, kebijakan e-government dimana sistem pemerintahan menggunakan elektronik, diantaranya e-budgeting, e-procurement, e-audit, dan e-catalogue.

“Kondisi terparah pada misi ketiga, yakni membangun perekonomian rakyat yang kokoh, maju, berkeadilan dan berkelanjutan dengan nilai 17 persen dari 31 indikator,” terangnya.

Ditambahkan, capaian indikator ekonomi makro tahun 2020, rata-rata rendah. Untuk pertumbuhan ekonomi mengalami minus 1,46. Selain itu, angka kemiskinan bertambah dari 7,64 persen menjadi 8,14 persen dari jumlah penduduk di Kabupaten Tegal. Kenaikan juga terjadi pada angka pengangguran dari 8,21 persen menjadi 9,82 persen.

“ini disebabkan karena adanya wabah Covid-19 yang telah melemehkan sendi-sendi ekonomi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Tegal, H Agus Salim SE MM menyampaikan kondisi sulit dalam masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Tegal, tak berdampak buruk terhadap kinerja keuangan daerah. Dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tegal tahun 2020, pendapatan daerah melebihi target sebesar Rp 17,5 miliar dan APBD Kabupaten Tegal mengalami surplus Rp 156 miliar.

“Kinerja keuangan daerah di bidang pendapatan daerah terealisasi 107 persen atau melebihi target sebesar Rp 17,5 miliar,” katanya.

BERITA LAINNYA