Take a fresh look at your lifestyle.

Bulog Cabang Pekalongan Siap Serap 11.000 Ton Gabah Petani di Kabupaten Tegal

81

SLAWI, smpantura.com – Dalam rangka stabilitas harga gabah/beras disaat panen raya padi tahun 2021,Bulog Cabang Pekalongan sepakat untuk menyerap gabah hasil panen padi di Kabupaten Tegal. Hal ini dilakukan untuk membantu petani di saat masa panen raya.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Perum Bulog Kantor Cabang Pekalongan dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal.

Bulog Cabang Pekalongan sepakat menyerap gabah petani dengan volume 11.000 ton setara beras di Kabupaten Tegal dari bulan Maret sampai April 2021, sesuai dengan standar mutu sebagaiman dipersyaratkan pada Permendag Nomor 24 Tahun 2020 tentang Harga Pokok Penjualan (HPP) gabah/beras serta persyaratan kualitas internal Bulog.

Nota kesepahaman tersebut ditandangani oleh Tim Ditjen Tanaman Pangan yang diwakili oleh Devi Setiabakti , Kepala Bulog Cabang Pekalongan, Heriswan dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, Toto Subandriyo, pada rapat koordinasi gerakan serap gabah kabupaten Tegal yang diselenggarakan di aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, Rabu (24/3).

Kepala Bulog Cabang Pekalongan Heriswan menyebutkan, sesuai Permendag Nomor 24 Tahun 2020 , gabah kering panen (GKP) maupun beras yang akan diserap harus memenuhi kriteria. Untuk GKP dengan kadar air maksimal 25 persen, kadar hampa/kotoran 10 persen dan kadar air maksimal 14 persen. Adapun untuk beras dengan kadar air maksimal 14 persen, butir patah maksimal 20 persen, kadar menir maksimal 2 persen dan derajat sosoh minimal 95 persen.

Untuk menyerap gabah/beras petani, menurutnya, Bulog juga menghadapi kendala. Seperti dihadapi asat musim penghujan, gabah/beras petani tak sesuai kriteria sehingga terpaksa ditolak. “Kendalanya kualitas (gabah/beras) petani. Awal kemarin karena musim hujan dan penggilingan padi masih tradisional. Sebagian hasil panen terpaksa kami tolak, karena kadar airnya terlalu tinggi,”jelasnya.

Heriswan mengatakan, untuk itu Bulog telah melakukan pembinaan kepada petani agar gabah/beras sesuai kriteria. Hasilnya, sejak awal Maret lalu, Bulog telah menerima 8.000 ton setara beras dari berbagai daerah se-Cabang Pekalongan.

Tim Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Devi Setiabakti menyebutkan, saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia sedang panen raya. Situasi seperti ini diikuti dengan penurunan harga gabah/beras. Disamping itu, ada isu akan impor beras.

Untuk itu, pihaknya mendorong Bulog untuk menyerap gabah yang dihasilkan petani. Diharapkan, harga gabah petani dapat setara atau lebih tinggi dari harga pokok penjualan (HPP). Sesuai Permendag Nomor 24 Tahun 2020, HPP gabah kering panen (GKP) di tingkat petani adalah Rp 4.200/kg.

“Harga gabah petani supaya tidak dibawah HPP, minimal sama dengan harga HPP, bahkan kalau bisa seperti yang sudah-sudah harga gabah petani ini diatas HPP, yang itu bisa dinikmati petani,”sebutnya.

Devi mengatakan, sesuai data BPS, Indonesia mengalami surplus beras, termasuk di Kabupaten Tegal .
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, Toto Subandriyo mengatakan, pada tahun 2020 Kabupaten Tegal mengalami surplus beras sebanyak 97.903 ton, sedangkan pada tahun 2021, hingga bulan Maret mengalami surplus 38.527 ton.

Mengenai wacana impor beras, Toto mengatakan, Komisi IV DPR RI telah menolak impor beras.
Di tempat yang sama, Ketua Badan Uasha Milik Petani Mandiri Sejahtera Kabupaten Tegal,Agus Anggoro mengatakan, komitmen Bulog menyerap gabah/beras di Kabupaten Tegal sedikit membantu petani.
“Karena masih ada syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk bisa masuk ke Bulog. Kadang petani kecil kesulitan untuk itu,”sebutnya.

Anggoro mengatakan, pada panen raya ini, harga gabah di tingkat petani mengalami penurunan harga, bahkan ada yang jauh dibawah HPP.
“Harga tidak sampai Rp 4.000 per kilogram. Tengkulah beli gabah petani jauh dibawah HPP , ada yang Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per kilogram,”sebutnya.

BERITA LAINNYA