Take a fresh look at your lifestyle.

Brebes Teteg Tutug dan Bangkit di Usia 343 Tahun

- Besok Paripurna Hari Jadi Digelar di DPRD

81

MEMASUKI usia ke-343, pada 18 Januari 2021, Kabupaten Brebes mengusung tema Brebes Aman Covid-19, Teteg, Tutug, Bangkit. Dalam artian, Kabupaten Brebes harus teteg atau tegar dalam menghadapi Pandemi Covid-19, hingga tutug atau tuntas masa pandemi itu untuk kembali bangkit. 

Diakui, hampir setahun Covid-19 menjadi tantangan tersendiri dalam mengayuh roda pembangunan di berbagai sektor. Demikian disampaikan Bupati Brebes, Idza Priyanti, dalam menyambut Hari Jadi Brebes ke-343, Minggu (17/1). “Tentu dengan adanya kendala tersebut, harus kita kendalikan semaksimal mungkin agar Brebes aman dari Pandemi Covid-19,” katanya.

Puncak peringatan Hari Jadi Kota Bawang itu digelar melalui rapat paripurna istimewa yang akan dilaksanakan besok, Senin (18/1), di Gedung DPRD Brebes. Rencananya sebelum paripurna dilaksanakan akan diadakan istighosah bersama oleh para tamu undangan.

Menurut Bupati, langkah refokusing anggaran pemerintah misalnya, menjadi pilihan dilematis namun harus dilakukan. Itu karena berbagai program kegiatan yang seharusnya mendapatkan alokasi anggaran, terpaksa dialihkan untuk kegiatan penanganan wabah. Hingga 16 Januari 2021, kondisi penanganan Covid-19 di Kabupaten Brebes adalah kasus suspek sebanyak 1.213 orang. Rinciannya, 590 orang diisolasi, 606 orang selesai dipantau, dan 17 orang meninggal dunia.

Kemudian, kasus probable sebanyak 106 orang. Rinciannya, dirawat 0, selesai dipantau 63 orang dan meninggal 43 orang. Sedangkan untuk kasus konfirmasi sebanyak 3.444 orang. Rinciannya, 557 orang dirawat, 448 orang isolasi mandiri, sembuh 2.262 orang dan meninggal 177 orang. Terakhir, kasus kontak erat sebanyak 1.245 orang dan 185 orang dalam pemantauan/isolasi, menjadi kasus konfirmasi 4 orang, menjadi suspek 3 orang, dan selesai dipantau 1.053 orang.

“Dari data ini, menjadi keprihatinan tersendiri sehingga Kabupaten Brebes masuk dalam daerah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 25 Januari mendatang,” tandasnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya mengajak seluruh warga Brebes untuk terus waspada dan jangan putus asa. Tetaplah mematuhi protokol kesehatan agar Brebes kembali aman dan bangkit melanjutkan pembangunan daerah. Meski Pandemi, Pemkab Brebes tetap melayani kebutuhan masyarakat dengan mematuhi protokol kesehatan. Pelayanan tetap berjalan diberbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sesuai dengan situasi dan kondisi yang memungkinkan. Pelayanan ada yang dilakukan tatap muka langsung, ada juga layanan dengan fasilitas daring atau online.

Dimasa Pandemi juga ada beberapa program pembangunan yang bisa dilakukan Pemkab Brebes selama 2020. Di antaranya, Pembangunan RSUD Ketanggungan dengan pagu anggaran Rp 63 miliar. Kemudian, peningkatan jalan Sigempol Rp 4,5 miliar, jalan Limbangan-Randusanga Rp 2,8 miliar, jalan Gegerkunci-cenang Rp 4 miliar dan jalan Waduk Penjalin Rp 4,5 miliar. Sedangkan di tahun 2021, pembangunan yang sudah dianggarkan dan sedang dalam proses lelang yakni Kantor Pemerintah Terpadu multi year 2021 dan 2022 dengan pagu anggaran sebesar Rp 110 miliar. Kemudian, melanjutkan pembangunan RSUD Ketanggungan tahap 2 sebesar Rp 29,750 miliar dan Pembangunan Pendopo Bumiayu Rp 10 miliar.

“Kami juga mengalokasikan anggaran peningkatan jalan dan pelengkap jalan sebesar Rp 25 miliar selama 2021. Adapun anggaran tidak terduga kami siapkan Rp 20 miliar untuk penanganan covid 19,” ungkap Istri dari Dr Drs AKBP H Warsidin MH ini.

Lebih lanjut dia mengatakan, di masa Pandemi, berbagai prestasi juga ditorehkan Pemkab Brebes, yang tentunya atas kerja keras dan bantuan seluruh elemen masyarakat. Di antaranya, Perumda Tirta Baribis mendapatkan tiga penghargaan Top BUMD Award 2020 tingkat nasional, Brebes juga meraih dua penghargaan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Award Jateng untuk Pemkab Brebes dan Bawaslu Brebes kategori Menuju Informatif 2020. Dalam pelestarian hutan, Kampung Adat Jalawastu, Desa Ciseureuh, Ketanggungan telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo sebagai Hutan Adat seluas lebih kurang 64 hektar. Prestasi itu sangat membanggakan karena masyarakat adat Kampung Jalawastu telah berkontribusi langsung terhadap kelestarian hutan di Brebes. Prestasi lain, Brebes secara resmi bergabung menjadi anggota Open Goverment Patnership (OGP) Lokal tahun 2020. Menjadi OGP Lokal karena Kab Brebes telah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efesien.

“Dalam waktu dekat ini, Insya Allah saya akan paparan di Australia dan Korea tentang OPG Lokal ini,” tutur Wanita Kelahiran 19 Januari 1971 itu.

Di bidang pertanian, sambung Bupati, Kabupaten Brebes masih memiliki keunggulan di Bawang Merah dan Telor Asin. Kabar menggembirakan, yakni Varietas Beras Hitam Sirampog secara resmi telah terdaftar di Kementerian Pertanian sebagai Varietas unggulan. Sedangkan untuk kelanjutan Kawasan Industri Brebes (KIB) dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB), masih tetap berproses. Berbagai perusahaan nasional dan internasional juga sudah banyak yang beroperasi. Sehingga menambah gairah anak-anak muda Brebes untuk mendapatkan pekerjaan dan juga ada geliat peningkatan ekonomi disekitar kawasan.

“Mari kita doakan terus, semoga pembangunan KIB dan KPIB berjalan sukses dan lancar. Selamat Hari Jadi ke-343 Kabupaten Brebes aman covid19, teteg, tutug, bangkit,” pungkasnya. (*)

BERITA LAINNYA