Take a fresh look at your lifestyle.

Brebes Raih Anugerah IDSD Tingkat Jateng 2019

146

BREBES – Bupati Brebes Idza Priyanti menerima Anugerah Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tingkat Jawa Tengah 2019. Penghargaan bergengsi tersebut diterima Bupati dalam Semiloka Nasional bertajuk “Penguatan Inovasi Menuju Daya Saing dan Kemandirian Bangsa” di Hotel Best Western Premier, Solo Baru, Kamis (28/11).

Penghargaan ini menambah sederet prestasi yang telah torehkan Kabupaten Brebes, apalagi menyangkut keunggulan daya saing. Sehingga Kabupaten Brebes semakin diperhitungkan di kancah Jawa Tengah.

Anugerah IDSD Tingkat Provinsi Jateng 2019, dengan posisi Kategori Pemasaran atau Market. Penghargaan diserahkan Kepala Deputi Bidang Penguatan Inovasi, Direktorat Inovasi Kemenristek/BRIN Moh Amin didampingi Kepala Baperlitbangda Provinsi Jawa Tengah Prasetyo Wibowo.

Bupati Brebes, Idza Priyanti mengaku, bersyukur atas prestasi yang bertubi tubi untuk Brebes. Termasuk, penghargaan ini juga tak lepas dari jerih payah seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berlomba-lomba membuat inovasi guna meningkatkan daya saing daerah.”Brebes kelihatannya tidak memiliki potensi, tetapi setelah digali ternyata bermunculan dan bernilai ekonomi yang tinggi untuk kesejahteraan masyarakat Brebes,” ungkapnya.

Contoh kecil, kata dia, Mangrovesari yang dulunya pantai dengan tambak yang terkena abrasi kini jadi destinasi wisata unggulan yang memikat hati.
Begitupun dengan Batik Salem, Kopi Capar, Kopi Dawuhan menjadi produk unggulan daerah selain telor asin dan bawang merah. Yang tidak kalah menarik, Brebes menjadi Kawasan Industri Brebes (KIB) dan Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB). Lirikan tajam para investor, tentu karena banyak inovasi yang telah digenjot oleh Brebes. “Brebes meraih anugerah Indeks Daya Saing Daerah se Jateng pada Aspek pemasaran yang terdiri dari 4 pilar yaitu pilar efisiensi pasar produk, ketenagakerjaan, akses dan ukuran Pasar,” jelasnya.

Kepala Deputi Bidang Penguatan Inovasi, Direktorat Inovasi Kemenristek/BRIN oleh Dr Moh Amin mengaku gembira karena ada 6 Wali Kota dan 9 Bupati yang mendapat penilaian Indeks Daya Saing Daerah yang bagus. Ini bisa menjadi contoh daerah daerah lain dalam hal kontribusi daerah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat berdasarkan penguatan inovasi.”Sehingga tercipta daya saing daerah dengan pemanfatan inovasi dalam mengoptimalkan potensi daerah serta terciptanya kemandirian bangsa,” ujarnya.

Kata Moh Amin, potret Inovasi dan alih teknologi di Indonesia masih menjadi masalah. Sumber teknologi utama masih berasal dari luar negeri. Sebanyak 58 persen berasal dari luar negeri seperti Jepang, Jerman, China dan negara maju lainnya. Global Inovation indeks 2019 mengukur Indonesia memiliki skor 29,8 atau peringkat 85 dari 129 negara di dunia dalam hal inovasi. Di Asia posisi Indonesia menempati posisi kedua terendah. Padahal Inovasi motor penggerak dalam pembangunan bangsa.
“Untuk itu, perlu dilakukan pemetaan tentang daya saing daerah. Ternyata pemetaan daya saing tersebut telah dilakukan Provinsi Jateng di 35 daerahnya”.

(Setiawan-red2).

BERITA LAINNYA