Take a fresh look at your lifestyle.

Brebes Ekspor Bawang Putih ke Taiwan

- Dilepas Dirjen Holtikultura dan Bupati

146

BREBES – Bawang putih hasil panen petani dari Brebes dan beberapa daerah lain kini diekspor ke Taiwan. Ekspor perdana bawang putih itu dilepas Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto bersama Bupati Brebes, Idza Priyanti, Rabu (12/8), di gudang bawang Desa Klampok Wanasari.

Ekspor bawang putih dengan tujuan Taiwan itu dilakukan oleh PT Agro Indo Sejahtera (AIS) Brebes. Pada pengiriman pertama, diekspor bawang putih sebanyak 15 ton, dari total permintaan yang mencapai 1.000 ton. Pelepasan ekspor bawang putih yang merupakan kali pertama di Brebes tersebut, ditandai dengan pemecahan kendi dan penyerahan sertifikat kesehatan hasil tanaman holtikultura.

Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto mengatakan, ekspor bawang putih yang dilakukan tersebut merupakan trobosan luar biasa. Sebab, selama ini Indonesia selalu impor bawang putih, tetapi sekarang sudah mampu ekspor. Bawang putih yang diekspor tersebut merupakan hasil panen petani dari Brebes, Batang dan Sumbawa. “Total permintaan kebutuhan bawang putih dari Taiwan ini mencapai 1.000 ton. Ini potensi yang sangat luar biasa. Untuk tahap pertama, kita kirim 15 ton. Adanya potensi ekspor ini, akan kita dorong daerah-daerah agar menanam bawang putih,” ungkapnya.

Menurut dia, adanya kemampuan petani memproduksi bawang tersebut menjadikan peluang Indonesia mengurangi ketergantungan impor. Selama ini kebutuhan bawang putih di Indonesia tergantung dari impor dan cukup besar. Di tahun 2019, angka impor bawang putih Indonesia mencapai 470.000 ton. “Ini peluang kita untuk lambat laun mengurangi ketergantungan impor bawang putih. Kami berkomitmen mendorong agar daerah-daerah bisa menghasilkan bawang putih berkualitas,” ujarnya.

Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, bawang putih yang di ekspor itu sebagian merupakan hasil dari panen petani di Brebes. Sudah tiga tahun terakhir tanaman bawang putih dikembangkan di Kecamatan Sirampog dan Paguyangan. Di kedua kecamatan itu luasan tanamannya baru mencapai 40 hektare (ha). Adanya peluang ekspor itu, menjadi semangat untuk terus mendorong petani meningkatkan luas tanam dan kualitasnya. “Alhamdulilah, kualitas bawang putih di Sirampog dan Paguyangan ini cukup baik dan bisa di ekspor. Ini akan kami dorong agar petani terus membudidayakan bawang putih,” katanya.

Sementara Direktur PT AIS Brebes selaku eksportir bawang putih, Beni Santoso menuturkan, permintaan kebutuhan bawang putih dari Taiwan mencapai 1.000 ton. Di tahap pertama, diekspor 15 ton. Jika pengiriman pertama itu barangnya sesuai dari kualitas yang dibutuhkan, pihaknya yakin permintaan 1.000 ton akan terpenuhi. Mengingat, dalam minggu depan para petani bawang putih di beberapa wilayah di Indonesia, akan panen raya. “Kami yakin target ekspor 1.000 ton ini bisa dipenuhi,” pungkasnya.

 (setiawan-red2) 

BERITA LAINNYA