Take a fresh look at your lifestyle.

BPJAMSOSTEK Serahkan Simbolis Klaim Jaminan Kematian BPJS

113

SLAWI,smpantura.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Tegal atau yang biasa disapa BPJAMSOSTEK menyerahkan santunan klaim jaminan kematian kepada ahli waris almarhum yang berprofesi sebagai guru ngaji TPQ Padaharja.

Simbolis santunan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kemenag Slawi, Sukarno dan didampingi oleh Kepala BPJAMSOTEK cabang Tegal, Novri Annur melalui kabid kepesertaan BPJAMSOSTEK, Wahyu di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Slawi, Rabu (19/5).

Wahyu mengatakan, almarhum Siti Khuzaimah (36) merupakan guru ngaji di TPQ Padaharja, Kecamatan Kramat, yang ikut menjadi peserta BPJAMSOSTEK kurang lebih 1 bulan. Kronologisnya, peserta mendaftar pada tanggal 14 April 2021 lalu meninggal 22 April kemarin dan mengurus langsung di kantor BPJS Ketenagakerjaan. ” Alhamdulilah, baru berjalan sebulan peserta mendapatkan santunan dari BPJAMSOSTEK yang totalnya sebesar Rp. 42 Juta,” katanya.

Lanjut Dia, Dengan mengikuti program BPJAMSOSTEK, guru ngaji atau masyarakat pada umumnya yang berada di kabupaten tegal diharapkan dapat bekerja lebih produktif, aman dan nyaman karena telah terlindungi dari resiko-resiko sosial ekonomi yang mungkin dialami. “Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa almarhum dan semoga santunan ini bermanfaat untuk ahli waris,” ungkap Wahyu.

Wahyu menjelaskan, jaminan kematian merupakan program yang memberikan manfaat berupa uang tunai kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia saat kepesertaan aktif serta bukan akibat kecelakaan kerja. “Manfaatnya berupa santunan sekaligus sebesar Rp.20juta, santunan berkala selama 24 bulan sebesar Rp.12juta, serta biaya pemakaman sebesar Rp.10juta atau total manfaat keseluruhan sebesar Rp.42juta,”pungkasnya.

Sementara itu Kepala Kemenag Slawi Sukarno mengungkapkan, sangat menyambut gembira atas dukungan dan kerjasama dari BPJAMSOSTEK, yang baru kali ini melihat secara nyata profesi guru ngaji telah terlindungi oleh BPJAMSOSTEK dalam memberikan santunan dengan jumlah yang besar kepada ahli waris. “kami sedang proses untuk seluruhnya guru ngaji yang ada di Kabupaten Tegal agar mendaftarkan diri kepada BPJS Ketenegakerjaan,” ungkapnya.

Sukarno berharap, kedepannya jalinan kerjasama ini akan berjalan terus menerus dan bersinergi di masa yang akan datang. “Kami berupaya agar guru ngaji, guru madrasah, penyuluh da’i dan khotib di kabupaten tegal bisa mendaftarkan diri di kepesertaan BPJAMSOSTEK,” sampainya.

BERITA LAINNYA