Take a fresh look at your lifestyle.

BPJAMSOSTEK Serahkan Klaim Santunan Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja

149

TEGAL – Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Tegal menyerahkan klaim santunan untuk peserta Jaminan Hari Tua (JHT), Selasa (7/7). Penyerahan klaim dari BPJAMSOSTEK tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo didampingi Direktur Kepesertaan BPJAMSOSTEK, Ilyas Lubis.

Dalam kesempatan itu, Ilyas Lubis menyampaikan, pada prinsipnya setiap pekerja mendapatkan jaminan sosial, yaitu menjamin kehidupan yang layak. Antara lain resiko kecelakaan kerja, meninggal dunia, hari tua dan pensiun. Untuk nelayan rata – rata baru ikut dua program, yaitu kecelakaan kerja dan kematian.

Salah satu contoh kecelakaan yang terjadi di satu kapal dengan jumlah ABK sebanyak 36 orang. Mereka baru didaftarkan satu bulan terjadi kecelakaan kerja, ahli waris mendapatkan santunan 48 kali gaji yang dilaporkan kepada BPJAMSOSTEK termasuk pemakaman dan lain sebagainya. Oleh karena itu BPJAMSOSTEK mengimbau agar seluruh pekerja bisa mendaftarkan diri ke layanan BPJAMSOSTEK termasuk perusahaan media.

Menurut dia, melihat dari sektor perikanan populasinya belum terlalu besar, oleh karenanya masih menjadi sasaran BPJAMSOSTEK terutama di daerah pantura. “Jadi ada momentum yang diberikan pemerintah khusus di era pandemic covid-19 ini, dan diharapkan akan mendorong kelestaan nelayan.
Oleh karena itu rekan-rekan bekerjasama dengan ASN, kami dengan kementerian KKP juga membuat suatu kerjasama, dimana para pekerja laut akan berlayar atau melaut itu tidak akan diberikan izinnya oleh kepala pelabuhan dan itu salah satu program kami untuk menjaring para nelayan bisa masuk ke program BPJS dengan iuran yang sangat murah dapat membantu para nelayan dengan jaminan yang luar biasa dari BPJAMSOSTEK.

Di dalam kerjasama ini ada ketentuannya khusus yang diwajibkan berapa GWT
Untuk daftar nomor induk peserta (NIK) KTP disebutkan penyelenggara-penyelenggara publik itu nomor induk peserta adalah identitas tunggal sebagai warga negara Indonesia yang harus wajib dipenuhi, oleh karena itu ini adalah keaktifan instansi lain sebagai yang mengeluarkan NIK tersebut.

Oleh karena itu kendala yang terjadi pada peserta yang tidak bisa mendaftarkan NIK nya ke BPJAMSOSTEK adalah bukan pekerjaan yang dibawai oleh BPJAMSOSTEK saja melainkan juga dinas-dinas yang terkait. Ini juga dari pihak kami di daerah perlu di edukasi dan disosialisasi untuk masyarakat. (Wawan Hoed/Red1)

BERITA LAINNYA