Take a fresh look at your lifestyle.

Bos Bawang Merah di Brebes Dilaporkan Anak Kandung ke Polisi

- Dituding Gelapkan Mobil

355

BREBES, smpantura.com – Paulus Silalahi (71 ) Pengusaha bawang merah asal Kabupaten Brebes, dilaporkan anak kandungnya Benry Silalahi (48) ke Polres Brebes. Pria ini dilaporkan atas tudingan penggelapan sebuah unit mobil jenis Toyota Hilux tahun 2013, yang selama ini dipakainya.

Bos bawang merah ini, Rabu (31/3), memenuhi panggilan penyidik Polres Brebes, atas kasus yang dilaporkan anak semata wayangnya tersebut. Dalam surat bernomor B/ 228/ III/ 2021/ Reskrim tersebut, terlapor diminta di ruang Unit I Satreskrim Polres Brebes, untuk dimintai keterangan polisi, terkait dugaan tindak pidana penggelapan dengan pelapor Benry Silalahi.

Paulus Silalahi tiba di Mapolres Brebes sekitar pukul 10.30 dengan didampingi kuasa hukumnya. Sejumlah pengurus Pemuda Batak Bersatu juga turut mendampingi pemilik Gudang Seba Guna di Desa Klampok, Kecamatan Bulakamba, Brebes itu. Pria yang kini tinggal di Jalan Rambutan, Kelurahan Kraton, Kota Tegal itu, kemudian langsung menjalani pemeriksaan di ruang Unit I Satreskrim Polres Brebes.

“Saya datang ke Polres Brebes untuk memenuhi undangan polisi. Saya dituduh anak saya menggelapkan mobil. Saya tidak tahu artinya apa yang saya gelapkan, karena mobil dan harta ini milik saya. Mobil ini saya beli dari uang saya,” ungkap Paulus Silalahi, didampingi Kuasa Hukumnya, Harto Banjarnahor.

Dia menceritakan, pelapor merupakan anak kandung satu-satunya. Sejak kecil ia dirawat dan disekolahkan hingga lulus kuliah. Bahkan, semua harta kekayaan hasil dari kerjanya selama ini, sekarang sudah diatasnamakan anaknya. Itu karena anaknya yang menjadi harapan penerus keluarga satu-satunya. Namun anak kandungnya itu malah tega melaporkannya ke polisi. Padahal mobil yang menjadi obyek pelaporan itu, dibeli dengan uangnya. Anaknya juga sudah diberi mobil lebih dari 6 unit.

“Semua harta kekayaan saya ini, memang sudah diatasnamakan anak saya. Kalau ditotal nilainya mencapai ratusan miliar. Ya saya pikir karena anak saya ini harapan satu-satunya,” tutur dia.

Paulus Silalahi mengaku, dirinya tidak tahu pasti latar belakang dan alasan yang mendorong anaknya melaporkan ke polisi. Ia hanya tahu dilaporkan dengan tudingan menggelapkan mobil. Namun selama ini memang ada upaya dari anaknya untuk menguasai seluruh harta kekayaannya.

“Sejak kecil memang saya manjakan anak ini. Semua keinginan saya turuti. Namun kenyataanya, menjadi anak durhaka yang berani melaporkan orang tuanya ke polisi. Saya mohon tidak ada lagi anak di dunia ini seperti ini,” ungkapnya.

Kuasa Hukum Terlapor, Harto Banjarnahor menambahkan, kliennya dilaporkan atas tudingan penggelapan mobil yang terjadi pada 27 April 2020, di Desa Klampok, Bulakamba, Brebes. Pelapor adalah anak kandungnya. Anehnya lagi mobil yang diduga digelapkan merupakan mobil yang dibeli terlapor dari uangnya, dan selama ini dipakai untuk mobilisasinya. “Asal usul mobil yang dilaporkan digelapkan ini, merupakan mobil yang dibeli kliennya. Ini kan aneh,” tandasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, semua harta kekayaan kliennya memang sudah diatasnamakan anaknya dan saat ini semuanya sudah dikuasai anaknya. Kliennya hanya memiliki sebuah mobil yang dipakai sehari-hari, dan mobil itu sekarang menjadi obyek pelaporan anaknya ke polisi, dengan tuduhan penggelapan. “Sebagai warga negara yang patuh hukum, klien saya ini tetap memenuhi panggilan polisi. Nanti hasilnya bagaimana kita tunggu proses hukum yang masih berjalan ini,” terangnya.

Terpisah, Benry Silalahi selaku Pelapor saat dikonfirmasi mengatakan, belum bisa memberikan bomentar. “Nanti saja, Saya lagi meeting,” ujarnya saat dihubungi wartawan via pesan Whatapp (WA)

Hingga berita ini ditulis, proses pemeriksaan terlapor masih berlangsung di ruang Unit I Satreskrim Polres Brebes.

(T07-red) 

BERITA LAINNYA