Take a fresh look at your lifestyle.

Booming…Kemenperin Lirik Produk Tegal Chips

260

TEGAL – Produk pengusaha milenial asal Kota Tegal yang tergabung dalam Ortega dilirik Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI. Produk keripik pisang dengan brand Tegal Chips itu, akan didorong Kemenperin untuk bisa dipasarkan ke luar negeri. Bahkan, Bank BNI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap menfasilitasi produk Tegal Chips untuk dikembangkan.

Ketertarikan Kemenperin dibuktikan dengan turunnya Analis Industri Dirjen IKM PKBF Kemenperin RI, Ratih Pratiwi dan rombongan mendatangi rumah produksi Tegal Chips di Jalan Gang Buntu Jalan Poso, Kota Tegal, Kamis (30/1). Mereka datang didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal, R Heru Setyawan, Pemimpin Bidang Pemasaran BNI Tegal Dolly Kusuma Dewi dan perwakilan OJK Tegal.

“Kami sangat apresiasi para generasi muda Kota Tegal yang didukung Pemkot Tegal, sudah menciptakan wirausaha baru,” kata Ratih Pratiwi.

Dikatakan, produk yang telah dibuat para generasi milenial itu, kedepan akan disinergikan dengan seluruh kalangan agar terus berkembang pesat. Utamanya, agar produk yang dihasilkan bisa memiliki nama, standar mutu, nikmat, layak, dan khalal. Pihaknya terus memantau perkembangan perusahaan tersebut, dan akan mendorong agar produk itu memenuhi standar mutu ekspor.

“Bantuan dari Kemenperin masih dalam proses penjajakan, karena sudah ada bantuan dari berbagai pihak agar bantuan Kemenperin tidak tumpang tindih,” ujarnya.

Kepala Disnakerin Kota Tegal, R Heru Setyawan menuturkan, produk Tegal Chips masih diproduksi secara manual. Kondisi itu butuh moderenisasi alat dalam mengembangkan produk tersebut. Namun demikian, butuh komitmen bersama dan dukungan semua pihak dalam mendorong Tegal Chips bisa diekspor.

“Awalnya dari pelatihan wirausaha muda. Ditindaklanjuti dengan menggandeng konsultan bisnis dan dipilih produk keripik pisang. Melalui konsultan itu, ada pangsa pasar terbuka di Belgia,” katanya.

Direktur Utama Tegal Chips, Resha Fandy mengungkapkan, pihaknya membutuhkan update alat produksi yang modern. Tujuannya agar bisa memenuhi pasar lokal dan internasional. Pihaknya juga menjajaki kerjasama dengan perbankkan untuk permodalan, karena selama ini modal usaha iuran dari temen-temannya yang tergabung dalam Ortega.

“Kami berharap bantuan semua pihak dalam pengembangan Tegal Chips ini,” pungkasnya. (Wiwit/red03)

BERITA LAINNYA