Take a fresh look at your lifestyle.

BNN Jateng Gagalkan Peredaran Tembakau Gorila di Batang

63

BATANG- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah berhasil menangkap pengedar narkotika jenis tembakau gorila di wilayah Kabupaten Batang. Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Benny Gunawan menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari informasi Kantor Wilayah Bea dan Cukai Jateng dan DIY yang mencurigai pengiriman melalui jasa paket ke wilayah Kabupaten Batang.

” Dari informasi tersebut dibentuklah tim gabungan untuk melakukan penyelidikan,” kata Brigjen Pol Benny Gunawan saat konferensi pers di Kantor BNN Batang, Selasa (2/3).

Selanjutnya, lanjut Brigjen Benny Gunawan, pada Rabu (24/2) sekitar pukul 13.00 WIB di sebuah kantor perusahaan jasa pengiriman yang beralamat di Jalan Dr Wahidin No 54B Kabupaten Batang terlihat seseorang yang dicurigai datang mengambil paket.

” Orang yang dicurigai berhasil kita amankan berinisial AAK (24) merupakan karyawan swasta pada perusahaan pengolahan perikanan, yang berdomisili di Desa Klidang Lor Kecamatan Batang,” katanya.

Dari hasil penggeledahan, kata dia, dari tangan tersangka AAK diamankan 2 buah paket berisi narkotika jenis tembakau gorila. Untukyang masih dalam perjalanan yang kemudian dilakukan penyitaan dari AAK pada hari Kamis (25/2). Dari 4 buah barang bukti paket berisi narkotika jenis tembakau gorila seberat 58,86 gram yang akan diedarkan di willayah Batang.

” Tersangka AAK merupakan pengedar narkotika jenis tembakau gorila yang beroperasi di wilayah Batang. Ia menjual eceran dengan harga terjangkau yakni Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu kepada para anak anak dan remaja usia 17-21 tahun,” jelasnya.

Tersangka sudah beroperasi selama 1 tahun deengan mengelabuhi petugas melalui paket – paket narkoba disamarkan dan dicampur dengan pakaian dan sepatu bekas. Dari hasil laboratorium, tembakau gorila mempunyai efek 4 kali lebih berat dibanding ganja.

” Atas perbuatanya tersangka dikenakan Undang–Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan Junto Peraturan Menteri kesehatan No 4 tahun 2021. Ancaman hukumannya di atas 5 tahun,”terang
Brigjen Pol Benny Gunawan.

Bupati Batang Wihaji mengatakan, dari kejadian ini menjadi pembelajaran penting agar hal serupa tidak terjadi lagi di Batang. Pemkab, kata dia, selalu mendukung untuk meminimalkan penyalahgunaan narkoba.

” Ayo warga Batang jauhi narkoba, jangan coba-coba. Ini merusak generasi penerus bangsa, diri sendiri dan keluarganya serta berakibat fatal bagi masyarakat,” imbaunya.

Sementara itu, tersangka AAK menuturkan, untuk sekali mengedarkan dengan berat 5 gram dapat mencapai 2 hingga 3 hari.

” Kalau peredarannya sampai saat ini hanya di lingkungan sendiri, belum sampai merambah ke pembeli wilayah lain,” ujar dia. (*)

BERITA LAINNYA