Take a fresh look at your lifestyle.

Blended Learning, Pijakan Kuliah Masa Depan

181

* Dari International Webinar UPS Tegal

TEGAL – Pandemi Covid 19 yang ‘memaksa’ hampir semua jenjang pendidikan menggunakan sistem daring, menarik perhatian pakar pendidikan dunia.

Hingga akhirnya mereka sependapat untuk menerapkan ”Blended Learning”, sebagai pijakan kuliah masa depan.

Hal itu terangkum lewat pendapat yang mengemuka dalam International Webinar Focus Group Discussion, pekan lalu.

MODERATOR WEBINAR : Dr Yoga Prihatin MPd saat menjadi moderator International Webinar Focus Group Discussion, yang diikuti pakar pendidikan berbagai negara.

Seminar daring bertajuk ”Reinventing Higher Education Post Covid Era”, digelar Bidang Urusan Kerjasama Internasional dan Magister Pedagogi Universitas Pancasakti (UPS) Tegal. Didukung Ahli Dosen Republik Indonesia (ADRI) Jateng.

”Sejumlah ahli yang menjadi nara sumber seminar ini, sangat mendukung diterapkannya sistem pendidikan Blended Learning. Baik saat pandemi maupun pascapandemi Covid 19,” terang moderator international webinar itu, Dr Yoga Prihatin MPd, didampingi Direktur Pascasarjana UPS Tegal Dr Hamidah Abdurrachman SH MHum.

Dia mengungkapkan, seminar itu diikuti lebih dari 300 peserta dari berbagai negara di belahan dunia. Seperti Indonesia, Philippina, Nigeria, Pakistan, Spanyol, Mesir, India, Vietnam, Russia, USA, Afghanistan, dan Maroko.

Pembicara atau nara sumber webinar, banyak menyoroti pentingnya ”Blended Learning” dalam berbagai jenjang pendidikan setelah Pandemi.

Model pendidikan tersebut, yaitu, penggabungan pembelajaran daring dan tatap muka langsung.

Sebuah Keharusan

Alasan yang mengemukan, karena memanfaatkan teknologi adalah sebuah keharusan. Bahkan lebih efektif dan mengena.

Di sisi lain, untuk mewujudkan kelancaran model pendidikan tersebut secara efektif, perlu kerja keras pemerintah dan institusi pendidikan tinggi negara manapun di dunia.

Persiapan yang dibutuhkan, antara lain, berkait dengan anggaran atau pembiayaan yang matang, infrastruktur, dan sumber daya manusia sangat.

Para pakar pendidikan tinggi yang berpendapat seperti itu, antara lain, Youssef Baqil dari Hasan 1st University Maroko, Dr Manjinder Vice President Chitkara University, Dr Kanan dari Tikrit University Irak, Dr Cynthia dari Prince of Songkla University Thailand, Ass Prof Dr Wittawat Didyasarin Sattayarak Presiden Universitas Hatyai, Thailand.

Sementara itu nara sumber lain seperti Dr Karen Fernandez dari IMUS University, Dr Christine N Ferrer dari Tarlac University, berpendapat, on line learning (belajar secara online atau daring) adalah, sebuah hal yang tidak bisa dihindari meskipun pasca Covid 19.

”Tentunya tetap diimbangi dengan off line learning. Pelatihan juga sangat disarankan untuk para staf, mahasiswa, dan dosen untuk mahir dalam menggunakan berbagai digital plattforms dalam pembelajaran daring,” tandas Dr Karen Fernandez.

Protokol Kesehatan

Peneliti dan pakar pendidikan dari tanah air, Dr Taufiqullah Mpd (UPS Tegal) dan dokter Gara Samara Brajadenta PhD dari Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon Jabar, menekankan pentingnya untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Terutama selama dan pascapandemi, ketika melaksanakan pembelajaran off line atau tatap muka.

Dr Shielilo Amihan dari univeritas Perpetual Help System Data Calamba Campus Philippines, dan Regie A Bautista dari College of Nursing System Plus College Foundation Philippines mengatakan, pentingnya kolaborasi antara dosen dan mahasiswa untuk menciptakan pembelajaran blended learning yang ideal.

”Karena ide-ide pembelajaran tersebut juga butuh keterbukaan antara dosen dan mahasiswa. Apalagi mampu melahirkan model-model pembelajaran yang kian efektif, berkualitas dan menyenangkan,” tandas Dr Shielilo Amihan.

Moderator international webinar menyimpulkan, pendapat para ahli pendidikan dan bidang lain di perguruan tinggi sejumlah negara, penting menjadi salah satu rekomendasi yang patut disampaikan ke menteri pendidikan dan jajaran pendidikan tinggi di tanah air.

Baik untuk diterapkan saat pandemi covid 19 maupun setelah wabah tersebut berakhir.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA