Take a fresh look at your lifestyle.

Wow, Kini Beli Minyak Goreng di Brebes Kaya Ikut Coblosan

- Sistem Pembatasan Pembelian, Wajib Celupkan Jari ke Tinta

BREBES, smpantura.com – Kini, membeli minyak goreng di Kabupaten Brebes seperti mengikuti proses coblosan di Pemilihan Umum (Pemilu).  Setiap orang yang membeli diwajibkan mencelupkan jarinya ke tinta yang sudah disediakan pihak penjual. Ini menyusul diterapkannya sistem pembatasan pembelian minyak goreng, karena kelangkaan yang sudah sepekan dirasakan masyarakat di Kota Bawang.

Hal ini seperti yang terjadi Yogya Mall Brebes, Kamis (17/2). Pihak manajemen departemen store itu, menerapkan sistem pembatasan pembelian maksimal dua liter. Ini karena keterbatasan stok minyak goreng yang dimiliki. Untuk menjamin tidak adanya kecurangan maupun aksi borong warga, setiap pembeli diwajibkan mencelupkan jarinya ke tinta, setelah mereka mendapatkan minyak goreng. Itu untuk pengawasan dan tanda jika seseorang telah membeli minyak goreng di Yogya Mall Brebes. Adanya stok minyak goreng di salah satu supermarket tersebut, membuat warga menyerbunya sehingga terjadi antrean pembeli.

“Beli minyak goreng di supermarket sekarang mirip ikut Pemilu. Saya harus mencelupkan jari ke dalam tinta,” kata Fajar (30), salah seorang pembeli minyak goreng di Yogya Mall Brebes, Kamis (17/2).

Dia mengaku, kaget karena harus mencelupkan jari kelingkingnya ke dalam tinta sebagai tanda pembelian. Ternyata, cara itu sebagai upaya pengawasan dari manajemen supermarket, karena pembeliannya dibatasi maksimal dua liter per orang. Mungkin itu sebagai dampak kelangkaan minyak goreng, sehingga stoknya terbatas. “Memang sulit sekali mencari minyak goreng ini. Tadi saja, saya hanya boleh beli maksimal dua liter, dan harus mencelupkan jari ke tinta,” sambungnya sambil menunjukkan jari kelingking yang sudah ada tanda tintanya.

Dedi (31) pembeli minyak goreng lainnya menuturkan, sudah sepekan kesulitan membeli minyak goreng, karena stoknya kosong. Begitu mendapatkan informasi stok di supermarket ada, pihaknya langsung memburunya. Namun ternyata pembeliannya dibatasi hanya dua liter per orang. Selain ada pembatasan pembelian, setiap pembeli minyak goreng juga wajib mencelupkan jarinya ke tinta. Itu mungkin untuk pengawasan, agar tidak ada kecurangan atau aksi borong. “Tadi setelah di kasir, saya diminta mencelupkan jari ke tinta. Ya, info dari petugas sih biar tidak ada aksi borong di supermarket ini,” terangnya.

Perwakilan Manajemen Yogya Mall Brebes, Natalia menjelaskan, pembatasan pembelian minyak goreng bagi konsumen diterapkan di supermarketnya, sebagai tindaklanjut dari aturan pemerintah. Di mana, dalam aturan itu pembelian minyak goreng saat ini maksimal dua liter per konsumen. Sedangkan untuk harga, pihaknya juga mengacu aturan pemerintah, bahkan harga minyak kemasan dijual di bawah Rp 14.000/ liter. “Yang saya ingat itu, di sini (Yogya Mall-red) menjualnya dengan harga Rp 13.000/ liter,” terangnya.

Sementara itu, menanggapi keluhan masyarakat terkait kelangkaan minyak goreng, Pemkab Brebes melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar tradisional dan supermarket, Kamis (17/2/2022). Di antaranya, ke Pasar Induk Brebes, dan Yogya Mall Brebes. Sidak yang dipimpin Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Zaenudin AK itu, juga menekankan agar para penjual tidak menimbun minyak goreng. Rak-rak tempat minyak goreng harus segera diisi jika stoknya masih ada.

“Tadi saya minta kepada manajemen Yogya Mall agar di rak penjualan produk ini jangan sampai kosong. Kami juga sidak ke gudangnya, dan ternyata masih ada stok dua dus minyak goreng yang belum dipasarkan,” kata Zaenudin. (T07-red)

BERITA LAINNYA