Take a fresh look at your lifestyle.

Wah.. Kepala Disnakerin Dikerubuti Ibu-ibu

TEGAL, smpantura.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Cabang Kota Tegal, bersama Perajin Batik Koperasi Cempaka Mulia menggelar pelatihan membatik dengan, Rabu (26/1).

Pelatihan tersebut dilakukan merespon keberadaan Griya Batik yang baru saja diresmikan oleh Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Selasa (18/1) kemarin.

Mereka berharap, Griya Batik tidak hanya menjadi tempat untuk mendisplay produk, akan tetapi dapat menjadi tempat pelatihan membatik, bahkan destinasi wisata edukasi.

“Pelatihan ini bertujuan untuk lebih mengenalkan batik Tegal kepada anggota IWAPI,” ujar Ketua DPC IWAPI Kota Tegal, Hj Wardatun Sofro, yang akrab dipanggil Bu Wardah.

Ketua Koperasi Cempaka Mulia, Sri Rejeki, turut memperkenalkan sejumlah alat dan bahan untuk membatik. Tak hanya itu, pihaknya juga menjelaskan proses atau tahapan membuat batik, yang dilanjutkan dengan praktik bersama para peserta yang dipandu beberapa perajin batik.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal, R Heru Setyawan, yang menyempatkan hadir dalam kegiatan tersebut langsung dikerubuti ibu-ibu anggota IWAPI.

Heru mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap ibu-ibu pengusaha yang bergabung dalam IWAPI dapat bersinergi dengan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), khususnya perajin batik agar bisa bersama-sama memajukan industri dan usaha di Kota Bahari.

“Untuk ke depan, saya berharap IWAPI dapat lebih nyata membangun sinergi dengan para pelaku IKM, untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Kota Tegal. Tolong bantu pemasaran juga ya, lewat medsos masing-masing, ajak teman, keluarga dan tamu ke sini,” pinta Heru kepada ibu-ibu yang mengerubutinya.

Pelatihan dimulai dengan “nyanthing” yaitu menorehkan malam cair mengikuti pola yang sudah digambarkan pada kain. Karena singkatnya waktu, ibu-ibu yang hadir belum belajar “nyolet” yaitu mewarnai kain sesuai desain warna yang diharapkan.

“Jadi tahu ternyata prosesnya rumit, makanya wajar kalau harga batik tulis mahal,” ujar Widya, salah satu wanita pengusaha anggota IWAPI. (T03-red)

BERITA LAINNYA