Take a fresh look at your lifestyle.

Wabah PMK Tak Pengaruhi Omzet Peternak Sapi di Brebes

BREBES, smpantura.com – Merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap ternak sapi di Kabupaten Brebes, ternyata tidak begitu berdampak terhadap penjualan hewan kurban menjelang Idul Adha tahun 2022. Omzet penjualan hewan kurban para peternak justru meningkat dibanding penjualan tahun lalu saat pandemi Covid-19. Namun para peternak di Kota Bawang, enggan ambil risiko terkait merebaknya wabah PMK.

Peternak sapi di Desa Bulakparen Kabupaten Brebes, Ahmad Taufik mengatakan, sejak dua bulan terakhir dirinya mendapatkan banyak pesanan sapi untuk hewan kurban. Bahkan, penjualan sapinya mengalami peningkatan dibanding saat masih pandemi Covid-19. Namun untuk penjualan sapi pada musim kurban ini dilakukan secara online.

“Tahun ini orderannya lumayan banyak dibanding tahun kemarin. Sapi saya sudah hampir 100 ekor terjual. Target penjualan kami sampai H-2 Lebaran Kurban ini sekitar 130 an ekor. Kalau tahun kemarin, penjualan masih lesu karena Covid-19,” ungkap, Senin (27/6).

Dia mengaku, sampai saat ini masih ada 10 pemesan yang harus dilayani. Lantaran sudah menjadi pelanggan, pihaknya berupaya untuk memenuhi permintaan pembeli untuk mendapatkan sapi. Bahkan, harus membeli sapi pesanan di wilayah Madura. Padahal, pihaknya enggan membeli sapi dari luar daerah karena berisiko membawa wabah PMK.

“Sudah langganan di sini jadi saya usahakan tetap ambil sapi di Madura. Kemarin-kemarin hampir satu kandang ada puluhan ekor kena PMK, tapi sudah sembuh. Tapi kalau secara keseluruhan, dengan adanya wabah PMK tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan hewan kurban,” terangnya.

Peternak sapi lainnya, Mohammad Idi Fitriyadi mengaku, awalnya sempat khawatir terkait adanya kasus PMK di Brebes. Namun, penjualan hewan kurban tahun ini terbilang stabil sama seperti tahun yang lalu. “Alhamdulillah penjualannya stabil, adanya PMK tidak begitu berpengaruh. Seluruh sapi dan kambing saya sudah terjual. Untuk sapi terjual 30 ekor, dan kambing 3 ekor,” terang peternak asal Desa Sisalam, Kecamatan Wanasari, Brebes ini.

Data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Brebes, terhitung Senin (27/6), tercatat ada 1.138 kasus PMK di Brebes. (T07-red)

BERITA LAINNYA