Take a fresh look at your lifestyle.

Perketat Protokol Kesehatan, Amankan Ekspor

201

* Kejar Target Ekspor, Kesehatan Pekerja Terus Dikontrol

TEGAL – Pentingnya memperketat protokol kesehatan terhadap pekerja, ternyata mampu mengamankan ekspor sarung goyor dan sarung katun ke sejumlah pasar baru di negara-negara Afrika.

Hal itu ditunjukkan PT Asaputex Jaya Tegal, yang masih terus bertahan di masa pademik Covid 19, mampu meraih kepercayaan untuk ekspor sarung khas Tegal ke sejumlah negara.

”Kami selain memiliki produk khas seperti Sarung Goyor yang diproduksi dengan alat tenun bukan mesin (ATBM), dan tidak diproduksi pesaing dari negara lain seperti Tiongkok, zona hijau yang kini terus dapat dipertahankan di Kota Tegal, juga kian mulai menguatkan kepercayaan importir di sejumlah negara. Apalagi, Kota Tegal menjadi yang pertama di Jateng yang menerapkan pola kebiasaan baru atau new normal, ” tandas Direktur Utama PT Asaputex Jaya Tegal, Jamaludin Ali Alkatiri.

Dia mengungkapkan, sebelumnya ekspor sarung goyor, sarung katun, dan corak songket Balian, mengalami hambatan ketika masuk ke pelabuhan di Uni Emirat Arab (UEA).

Akibatkan, pada Maret dan April lalu, ekspor sarung khas Tegal mengalami penurunan.
Pada Maret sempat turun menjadi 20 persen, dari semulai tiga kontainer dalam sebulan. Kemudian terjun lagi angkanya menjadi 50 persen pada April.

Kondisi itu sangat berpengaruh terhadap denyut ekonomi mitra usahanya. Yakni lebih dari 15.000 perajin sarung goyor, yang juga terhadap pemasarannya.

Aturan Ketat

UEA yang menjadi pintu masuk barang asal Indonesia ke negara-negera Timur Tengah, menerapkan aturan ketat.

Bahkan lebih mengarah ke kebijakan lockdown atau menutup pintu rapat-rapat terhadap masuknya barang-barang impor lain dari negara yang mengalami pandemi virus tersebut.

Karena kebijakan ketat itu, pihaknya kemudian memutar otak untuk mencari pasar baru. Ternyata ada dua negara di Afrika Utara yang mau menerima barang dari Kota Tegal. Yakni, Mauritania, Mali dan Kenya.

”Kami beri pengertian ke pedagang pesar di negara ini. Bahwa Kota Tegal adalah zona hijau. Protokol kesehatan juga diterapkan cukup ketat di tempat kami mengemas atau pengepakan barang yang akan diekspor. Importir di negara ini dapat menerima alasan ini dan mau menerima pengiriman sarung goyor dan corak songket dari Tegal. Ini juga dikuatkan dengan adanya new normal yang sudah berlangsung hingga saat ini,” ucap Jamaludin Ali Alkatiri.

Bahkan ketika perusahaannya menawarkan produk baru, berupa sarung Songket Turki Continental, pasar di negara itu menerima dengan baik.

Dalam tahap awal pengiriman pada akhir Mei lalu, pihaknya mengirimkan produk baru tersebut sebanyak satu kontainer atau sebanyak 2.000 Kodi.

Kepercayaan Importir

Kerja keras menemukan pasar baru tersebut, kata Jamaludin, kini terus ditindaklanjuti dengan meningkatkan kepercayaan terhadap para importir untuk kegiatan ekspor produknya.

Antara lain dengan memperketat protokol kesehatannya di pabriknya. Seperti pemeriksaan suhu tubuh saat pekerja masuk pabrik, cuci tangan menggunakan sabun dan wajib memakai masker dalam kegiatan sehari-hari.

Selain itu, jaga jarak (social distancing) saat bekerja di pabrik, juga diterapkan sejak dua bulan terakhir.

Bahkan imbauan agar pekerja saat sampai di rumah untuk langsung mencuci pakaian kerjanya, dan tidak melakukan pertemuan atau kumpul-kumpul dengan banyak orang, demi mencegah potensi penularan virus korona.

”Jadi untuk mencegah penularan, juga dibutuhkan pengertian dan kesadaran dari pekerja yang jumlahnya mencapai ribuan orang. Apalagi meski sekarang diberlakukan new normal, pabrik menerapkan aturan cukup ketat,” ucap dia.

Hal penting lainnya adalah, mitra usaha perusahaannya, yang berjumlah lebih dari 15.000 perajin sarung tradisional menggunakan ATBM, yang memproduksi sarung goyor, juga tak lepas dari aturan ketat protokol kesehatan.

Kini setelah lebaran atau Idul Fitri, perusahaannya selain tetap memenuhi pasar ekspor sarung goyor, juga tengah mengejar target untuk memenuhi kebutuhan ekspor sarung warna putih dengan corak khas Tegal. Juga pasar di dalam negeri.(Riyono Toepra-red07)

BERITA LAINNYA