Take a fresh look at your lifestyle.

Pelaku Usaha Kedai Kopi Butuh Kejelasan Aturan Saat Buka Kedai

316

SLAWI – Wabah pandemi Covid-19 berdampak kepada semua pelaku usaha. Salah satunya pelaku usaha kedai kopi di Kabupaten Tegal. Meski terdampak, tetapi beberapa pelaku usaha butuh solusi kejelasan soal aturan agar pada saat berdagang juga lebih tenang.

Salah satu pelaku usaha Kedai Kopi One Way, Didi Supriyadi menuturkan bahwa selama adanya wabah ini pernah menutup kedainya selama sebulan. Saat ini kedainya sudah buka kembali. Namun demikian, pada saat buka kedai pihaknya merasa waswas pada saat di patroli oleh pihak terkait dan itu tidak hanya sekali dua kali, meski dirinya menerapkan pesan antar.

“Kami bingung harus seperti apa saat buka ini. Karena itu, kami butuh kejelasan agar kami berdagang juga tenang,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Restu, pelaku usaha kedai Nyong Kopi. Pihaknya mengaku menjual kopi dengan konsep pesan antar. Kursi yang biasanya ada puluhan pun, kini dikurangi agar pelanggan tidak terlalu banyak yang nongkrong.  Begitu juga dengan penerapan protokoler kesehatan. “Kita sediakan untuk mencuci tangan dengan sabun, sediakan hand sanitizer, dan sediakan masker. Tapi pada saat ada pelanggan, meski sedikit tetap dibubarkan. Karena itu, kami ingin kejelasan, kita harus bagaimana agar pada saat usaha kita itu juga tenang,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya ingin bupati atau pemerintah setempat membuat edaran atau aturan yang diberikan kepada para pemilik kedai secara keseluruhan. “Saya yakin semua pelaku usaha kedai kopi merasakan hal yang sama. Ada waswas atau mungkin ketakutan saat dipatroli, meski tidak salah,” ungkapnya.

Salah satu pelaku usaha Kedai Jati Kopi Gita Ismaya menambahkan, sudah dua bulan ini usaha kedai kopinya tutup. Hal ini karena adanya pandemi ini karena ada anjuran tidak boleh berkerumun. Meski demikian, dia ingin membuka kedainya tapi merasa takut dipatroli seperti yang dirasakan kedai kopi lain. “Kalau kondisi sepi kita sadar karena ada wabah, tapi kalau sudah sepi tapi dipatroli, kita waswas. Padahal kita juga menjual kopi dengan cara halal,” ungkapnya.

Pihaknya berharap aspirasi yang diharapkan para pelaku usaha ini terdengar bupati agar dalam menjalankan usahanya lebih tenang. “Salah satu usaha agar tenang ya karena ada kejelasan itu. Semoga bupati mendengarnya,” ujarnya.(Wiwit-red03)

BERITA LAINNYA