Take a fresh look at your lifestyle.

OJK Tegal Pastikan Kondisi Perbankan di Pantura Barat Masih Aman

258

TEGAL – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal, Ludy Arlianto menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan isu-isu hoaks, perihal pemberitaan yang mengkaitkan kondisi beberapa bank terpuruk akibat pandemi.

Melalui siaran pers yang diterima SMpantura.com, Rabu (17/6) malam, Ludy menyampaikan, bahwa kondisi perbankan saat ini baik secara nasional maupun daerah tetap stabil dan terjaga.

Kondisi tersebut dapat tercermin dari paremeter rasio-rasio keuangan perbankan nasional yang hingga April 2020 tetap berada dalam batas threshold, antara lain permodalan (CAR) 22,13 persen, dan kredit bermasalah (NPL) gross 2,89 persen (NPL Net 1,09 persen).

“Saya tegaskan, bahwa kondisi perbankan dalam kondisi normal dan baik-baik saja. Khususnya untuk perbankan di wilayah Pantura Barat. Masyarakat tidak perlu merasa khawatir untuk menggunakan layanan keuangan bank,” ujar Ludy.

Bahkan, sambung Ludy, kecukupan likuiditas perbankan April 2020, berada jauh di atas ambang batasnya. Rasio alat likuid/ non-core deposit terpantau berada pada level 117,8 persen dari batas threshold sebesar 50 persen dan alat likuid/ DPK dan 25,14 persen, jauh di atas threshold sebesar 10 persen.

Kondisi yang sama juga ditunjukkan perbankan wilayah eks-Karesidenan Pekalongan yang mencakup tujuh Dati II, mulai dari Kabupaten Batang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes.

Per April 2020, kredit masih mengalami pertumbuhan sebesar 3,82 persen secara year on year (yoy), DPK sebesar4,20 persen yoy dan NPL gross masih terjaga di 1,99 persen.

“Kami telah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (Forkinka) wilayah eks Karesidenan Pekalongan agar bank-bank dapat bersinergi dan menguatkan operasionalnya masing-masing. Perlu kami sampaikan pula bahwa upaya perbaikan kinerja beberapa bank masih terus dilakukan dalam koridor yang positif,” tegasnya.

Dalam siaran pers OJK Nomor SP 43/DHMS/OJK/VI/2020, OJK telah menerima pernyataan dan kesiapan Kookmin Bank, grup finansial terbesar di Korea Selatan yang saat ini memiliki 22% saham Bank Bukopin, untuk menjadi Pemegang Saham Mayoritas dengan porsi pengambilalihan kepemilikan sekurang-kurangnya 51% saham Bank Bukopin.

“Kookmin Bank saat ini telah menyediakan sejumlah dana di escrow account sebagai bagian dari rencana untuk menjadi pemegang saham pengendali, memperkuat permodalan dan likuiditas Bank Bukopin. Hal ini juga menandakan komitmen penguatan tata kelola bank sekaligus menunjukkan kepercayaan investor global terhadap kondisi perbankan di Indonesia,” tandasnya.

Untuk itu, Ludy meyakinkan masyarakat selaku nasabah tidak perlu risau untuk menggunakan layanan perbankan dan mengajak semua pihak menjaga industri perbankan tetap kondusif dengan tidak menyebarkan isu tidak benar.

OJK menghimbau agar IJK memberikan edukasi kepada para nasabah, agar tidak panik dengan banyaknya isu negatif yang beredar. Selanjutnya, masyarakat diharapkan agar tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan informasi-informasi hoaks, serta melakukan transaksi perbankan secara wajar.

Ludy juga menyampaikan jika masyarakat ingin mengetahui informasi-informasi yang benar terhadap segala sesuatu yang beredar namun belum jelas sumbernya, dapat dilakukan konfirmasi secara langsung ke nomor pengaduan OJK via telepon ke 157.

“Selain itu bagi masyarakat di wilayah eks Karesidenan Pekalongan, kami menyediakan layanantelepon di nomor 0283-322-14  dan WhatsApp dengan nomor 0813-5353-9255,” tukasnya mengakhiri. (Haikal/ red10)

BERITA LAINNYA